Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui pengembangan Desa Siaga TB dan perluasan akses pelayanan kesehatan hingga tingkat desa. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung program nasional eliminasi TB.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Dr. Akhmad Wiyagus, yang disambut langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno serta Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid, sekaligus dirangkaikan dengan Deklarasi Desa Siaga Tuberkulosis sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
Bupati Jepara: Pelayanan Kesehatan Harus Semakin Dekat dengan Masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menyampaikan bahwa dukungan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, mudah, dan tepat.
Hingga 5 Oktober 2026, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Jepara telah menjangkau 624.767 orang, atau sekitar 49,73 persen dari total jumlah penduduk.
Selain itu, dari 47 desa yang menjadi lokasi Program Speling Melesat, sebanyak 38 desa telah mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan Program CKG.
“Kami berharap integrasi berbagai program ini tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga mempercepat penemuan masalah kesehatan dan memastikan tindak lanjut yang dibutuhkan dapat diberikan secara tepat,” ujar Bupati Witiarso.
Sebanyak 90 Desa di Jepara Telah Menjadi Desa Siaga TB
Pemkab Jepara juga memberikan perhatian serius terhadap penanggulangan tuberkulosis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Dari total 195 desa dan kelurahan di Kabupaten Jepara, seluruhnya telah memiliki Desa Siaga dengan Forum Kesehatan Desa yang aktif.
Sementara itu, sebanyak 90 desa dan kelurahan telah dikembangkan menjadi Desa Siaga Tuberkulosis (TB).
Melalui deklarasi tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk:
- Meningkatkan penemuan kasus TB sejak dini.
- Memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan TB.
- Mendukung keberhasilan pengobatan pasien hingga tuntas.
- Memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tidak terlambat.
Wamenkes: Indonesia Terus Percepat Penanggulangan TB
Dalam paparannya, Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pemerintah terus menghadirkan berbagai program kesehatan sebagai bentuk kehadiran negara dalam melayani masyarakat.
Beberapa program prioritas nasional yang terus diperkuat antara lain:
- Program Makan Bergizi Gratis.
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG).
- Pembangunan dan revitalisasi rumah sakit daerah.
- Percepatan penanggulangan tuberkulosis.
- Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga 4 Oktober 2026, Program CKG Nasional telah menjangkau 105,1 juta orang, atau sekitar 80,6 persen dari target nasional sebanyak 130,3 juta penduduk.
Pelaksanaan program tersebut didukung oleh 10.318 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Pemerintah Bangun dan Revitalisasi Ratusan RSUD
Selain memperluas pelayanan kesehatan dasar, pemerintah pusat juga terus memperkuat pelayanan rumah sakit.
Dalam paparan Wamenkes disebutkan sebanyak 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) masuk dalam program pembangunan dan revitalisasi.
Sebanyak 66 RSUD di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) telah dibangun sebagai tahap awal. Sementara 20 rumah sakit yang mulai dibangun sejak tahun 2025 kini telah beroperasi.
Penguatan layanan difokuskan pada penanganan penyakit prioritas seperti:
- Kanker.
- Penyakit jantung.
- Stroke.
- Gangguan ginjal.
- Pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Program pemenuhan gizi juga terus diperluas dengan sasaran siswa sekolah, santri pesantren, balita, hingga ibu hamil.
RSUD R.A. Kartini Jepara Kembangkan Layanan Prioritas
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau RSUD R.A. Kartini Jepara.
Rumah sakit milik Pemkab Jepara tersebut mencatat telah melaksanakan 142 tindakan Catheterization Laboratory (Cathlab) selama periode Mei hingga September 2026, setelah layanan tersebut mendapatkan persetujuan pembiayaan dari BPJS Kesehatan sejak Mei 2026.
Manajemen RSUD R.A. Kartini juga memaparkan kebutuhan tambahan dokter spesialis, peralatan medis modern, serta sarana pendukung guna memperkuat layanan kesehatan prioritas di Kabupaten Jepara.
Sinergi Pemerintah untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
Bupati Jepara berharap kunjungan kerja pemerintah pusat dapat memperkuat dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan di Kabupaten Jepara.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pengembangan Desa Siaga TB, perluasan Program Cek Kesehatan Gratis, serta peningkatan kapasitas RSUD R.A. Kartini Jepara, Pemkab Jepara berupaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, responsif, dan berkelanjutan sejalan dengan visi Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius).
***
Sumber: Diskominfo Jepara.

Tinggalkan Balasan