Queensha.id – Jepara,
Di sebuah rumah sederhana di Jalan Ronggomulyo RT 009/RW 004, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, hidup seorang gadis kecil yang harus menghadapi cobaan hidup bertubi-tubi. Demi melindungi identitasnya, gadis tersebut disebut Bunga (nama samaran).
Sejak kecil, Bunga telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini ia tumbuh sebagai anak yatim piatu dengan kondisi buta total sejak lahir, sehingga tidak pernah sekalipun melihat indahnya dunia di sekelilingnya.
Kehidupan Bunga semakin memprihatinkan karena ia hanya tinggal bersama Buleknya, Siti Saodah (58), yang mengalami kelumpuhan pada kedua kaki akibat penyakit yang dideritanya. Untuk berpindah tempat, Siti Saodah harus merangkak karena tidak mampu berjalan sebagaimana mestinya.
Kondisi ekonomi keduanya juga sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan bantuan dari para tetangga dan warga sekitar yang peduli.
“Kalau malam Bunga sering menangis, bertanya kapan bisa melihat. Saya hanya bisa memeluk dia sambil ikut menangis. Kami berdua sama-sama tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Siti Saodah dengan suara lirih saat ditemui awak media.
Kisah Bunga menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang hidup dalam kondisi sangat memprihatankan dan membutuhkan perhatian bersama.
Potret Kemiskinan Ekstrem yang Perlu Perhatian
Kondisi yang dialami Bunga dan Buleknya menunjukkan tantangan yang dihadapi sebagian masyarakat rentan, khususnya anak-anak penyandang disabilitas yang kehilangan orang tua.
Selain harus berjuang dengan keterbatasan fisik, mereka juga menghadapi persoalan ekonomi, kesehatan, dan akses terhadap layanan sosial.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan asesmen secara menyeluruh agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut.
Harapan kepada Pemerintah dan Masyarakat
Berbagai pihak berharap Dinas Sosial Kabupaten Jepara dapat melakukan pendataan dan asesmen terhadap kondisi Bunga beserta Buleknya. Apabila memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku, mereka diharapkan dapat memperoleh bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, maupun program rumah layak huni.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara juga diharapkan dapat memberikan pemeriksaan kesehatan terhadap Bunga untuk mengetahui kondisi medis yang dialaminya serta memberikan pelayanan kesehatan bagi Siti Saodah yang mengalami kelumpuhan.
Tak kalah penting, masyarakat, komunitas sosial, lembaga kemanusiaan, dan para dermawan di Jepara diharapkan dapat ikut bergotong royong membantu meringankan beban kehidupan mereka, baik melalui bantuan kebutuhan pokok, alat bantu, maupun bentuk kepedulian lainnya.
Kepedulian Bersama Menjadi Harapan
Bunga hanyalah satu dari sekian banyak anak yang menghadapi keterbatasan hidup. Di balik segala kekurangan yang dimilikinya, ia memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kehidupan yang layak.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong, diharapkan Bunga dan Buleknya dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik serta masa depan yang lebih penuh harapan.
***
Sumber: Narso/Shadapnews.

Tinggalkan Balasan