Queensha.id – Edukasi Sosial & Lifestyle,
Istilah “orang have” belakangan ramai digunakan di media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga X (Twitter). Istilah bahasa gaul ini biasanya merujuk kepada seseorang yang memiliki kondisi ekonomi mapan, hidup berkecukupan, bahkan tergolong kaya raya.
Kata tersebut berasal dari gabungan bahasa Indonesia “orang” dan bahasa Inggris “have” yang berarti “memiliki”. Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mampu membeli apa pun tanpa terlalu memikirkan kondisi keuangan.
Namun, apakah semua orang kaya pasti menunjukkan ciri-ciri tersebut? Ternyata tidak selalu demikian. Banyak miliarder justru tampil sederhana meski memiliki kekayaan fantastis.
Berikut 10 ciri yang sering dikaitkan dengan “orang have” beserta contoh dan alasannya.
1. Cara Berbicara Cenderung Tenang dan Tidak Berlebihan
Banyak orang yang telah mapan secara finansial cenderung berbicara santai, tidak tergesa-gesa, dan tidak merasa perlu membuktikan kekayaannya kepada orang lain.
Contoh: Seorang pengusaha besar lebih sering berdiskusi mengenai peluang bisnis dibanding memamerkan jumlah hartanya.
Alasannya: Kepercayaan diri biasanya lahir dari pencapaian, bukan dari pengakuan orang lain.
2. Sikap Rendah Hati
Tidak sedikit orang kaya yang justru menghormati siapa saja tanpa melihat status sosial.
Contoh: Tetap menyapa satpam, sopir, hingga petugas kebersihan dengan sopan.
Alasannya: Kesuksesan sering membuat seseorang memahami pentingnya menghargai setiap profesi.
3. Penampilan Rapi, Tidak Selalu Mewah
Banyak miliarder memilih pakaian sederhana tetapi berkualitas.
Contoh: Kemeja polos, celana bahan, atau kaus tanpa logo mencolok.
Alasannya: Mereka lebih mengutamakan kenyamanan daripada menarik perhatian.
4. Wajah Terlihat Tenang dan Percaya Diri
Bukan karena kekayaan membuat wajah berbeda, melainkan karena kondisi hidup yang lebih stabil dapat memengaruhi ekspresi.
Contoh: Tetap tenang ketika menghadapi masalah bisnis.
Alasannya: Pengalaman menghadapi berbagai tantangan membuat mereka lebih matang.
5. Barang yang Dibawa Berkualitas
Tas, jam tangan, atau perlengkapan kerja biasanya dipilih berdasarkan kualitas dan daya tahan.
Contoh: Tas kulit premium yang digunakan bertahun-tahun.
Alasannya: Mereka lebih melihat nilai investasi dibanding sekadar mengikuti tren.
6. Kendaraan Sesuai Kebutuhan
Sebagian memilih mobil mewah, namun ada juga yang tetap menggunakan kendaraan sederhana.
Contoh: Ada pengusaha menggunakan Rolls-Royce, sementara lainnya tetap memakai Toyota Alphard, Lexus, bahkan mobil lama yang masih layak.
Alasannya: Fungsi kendaraan lebih penting daripada gengsi.
7. Pola Makan Lebih Mengutamakan Kualitas
Tidak selalu makan di restoran mahal.
Contoh: Memilih makanan sehat, bergizi, dan higienis.
Alasannya: Kesehatan dianggap sebagai investasi jangka panjang.
8. Perhiasan Tidak Selalu Berlebihan
Sebagian orang kaya memakai perhiasan sederhana dengan kualitas tinggi.
Contoh: Jam tangan premium atau cincin berlian yang elegan tanpa terlihat mencolok.
Alasannya: Nilai barang lebih penting dibanding menarik perhatian.
9. Handphone Mengikuti Kebutuhan
Mayoritas menggunakan ponsel kelas atas karena mendukung produktivitas.
Contoh: iPhone seri terbaru atau ponsel flagship Android.
Alasannya: Perangkat tersebut menunjang komunikasi dan pekerjaan sehari-hari.
10. Fokus pada Investasi dan Pengembangan Diri
Orang yang benar-benar mapan biasanya lebih banyak membicarakan bisnis, investasi, pendidikan, atau peluang usaha.
Contoh: Mengikuti seminar bisnis, membaca buku, atau memperluas jaringan.
Alasannya: Mereka memahami bahwa aset dapat berkembang melalui ilmu dan strategi.
Contoh Pengusaha Indonesia yang Termasuk Orang Terkaya
Beberapa nama yang secara konsisten masuk daftar orang terkaya di Indonesia bahkan Asia antara lain:
- Prajogo Pangestu
- Low Tuck Kwong
- Hartono Bersaudara (Budi Hartono dan Michael Hartono)
- Anthoni Salim
- Sri Prakash Lohia
- Tahir
- Chairul Tanjung
Meskipun memiliki kekayaan yang sangat besar, banyak di antara mereka dikenal tidak gemar memamerkan gaya hidup secara berlebihan dan lebih fokus mengembangkan bisnis.
Pandangan Pengamat Sosial Jepara
Menurut pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, istilah “orang have” sebenarnya hanya fenomena bahasa gaul di media sosial yang tidak dapat dijadikan ukuran pasti untuk menilai kondisi ekonomi seseorang.
“Kekayaan sejati tidak selalu tampak dari pakaian mahal, kendaraan mewah, atau barang bermerek. Banyak orang yang benar-benar mapan justru hidup sederhana karena mereka memahami bahwa nilai seseorang lebih ditentukan oleh karakter, etika, dan kontribusinya kepada masyarakat daripada penampilan luar,” ujar Purnomo Wardoyo, Sabtu (31/10/2026).
Ia menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mudah menilai seseorang hanya berdasarkan gaya hidup yang terlihat di media sosial. Sebab, tidak sedikit orang yang tampak mewah karena kebutuhan konten, sementara ada pula orang yang memiliki aset besar tetapi memilih hidup sederhana.
Pada akhirnya, istilah “orang have” hanyalah ungkapan populer yang berkembang di media sosial. Kekayaan seseorang tidak bisa diukur hanya dari penampilan, kendaraan, ponsel, atau barang yang digunakan. Sikap, integritas, kemampuan mengelola keuangan, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain justru menjadi indikator yang jauh lebih penting daripada sekadar citra kemewahan.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan