Queensha.id – Jakarta,

 

Gelombang boikot terhadap Raffi Ahmad mulai ramai diperbincangkan publik setelah muncul berbagai bentuk penolakan dari sejumlah pihak. Tidak hanya berupa kritik di ruang digital, gerakan tersebut juga terlihat melalui aksi mundurnya beberapa pengisi acara serta pelaku UMKM dari ajang RANS Carnival yang digelar di Sleman, Yogyakarta.

Selain itu, nama Raffi Ahmad kembali menjadi sorotan setelah dirinya mendapat protes saat menghadiri Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Dalam acara tersebut, seorang peserta melakukan aksi simbolik dengan mengacungkan tiga jari ketika Raffi sedang menjadi pembicara.

Aksi tersebut kemudian membuat situasi menjadi perhatian peserta lain. Petugas keamanan akhirnya mengamankan peserta tersebut dan mengarahkannya keluar dari ruangan.

Boikot Raffi Ahmad Muncul di Tengah Sorotan Publik

Belakangan ini, isu boikot Raffi Ahmad semakin mencuat setelah sejumlah masyarakat menyampaikan keberatan terhadap beberapa kegiatan yang melibatkan dirinya.

Salah satu pemicu utama adalah polemik terkait Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026. Acara tersebut mendapat kritik karena dianggap oleh sebagian pihak berpotensi memecah gerakan mahasiswa yang sebelumnya tengah menyuarakan berbagai aspirasi terkait kebijakan pemerintah.

Namun demikian, Raffi Ahmad telah memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya hadir hanya sebagai undangan dan tidak mengetahui secara detail mengenai teknis pelaksanaan maupun proses perekrutan peserta.

Pengisi Acara RANS Carnival Pilih Mundur

Sementara itu, dampak dari polemik tersebut juga terlihat dalam penyelenggaraan RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Sejumlah musisi dan pengisi acara dikabarkan memilih mundur dari agenda tersebut. Beberapa nama yang menyatakan tidak ikut tampil antara lain Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, Orkes Melayu Wawes, hingga Fourtune.

Selain musisi, beberapa pelaku UMKM RANS Carnival juga mengambil langkah serupa.

Manajemen Tipe-X melalui akun media sosial resminya menyampaikan keputusan untuk mundur dari acara tersebut.

“Kita mundur dari acara ini. Sampai jumpa di lain pesta,” tulis pihak Tipe-X.

Kemudian, Guyon Waton juga menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangan situasi publik yang sedang sensitif.

Menurut mereka, langkah tersebut dilakukan demi menjaga kondusivitas, keamanan, kenyamanan masyarakat, serta menghindari munculnya kesalahpahaman.

Raffi Ahmad Diprotes Saat Indonesia Youth Summit 2026

Tidak berhenti di RANS Carnival, kontroversi juga terjadi ketika Raffi Ahmad menghadiri Indonesia Youth Summit 2026 sebagai pembicara.

Pada Jumat (30/10/2026), Raffi hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki. Namun, kehadirannya mendapat respons dari salah satu peserta.

Peserta tersebut melakukan aksi dengan mengacungkan tiga jari sebagai bentuk protes. Setelah itu, pihak keamanan melakukan pengamanan dan membawa peserta tersebut keluar dari lokasi acara.

Peristiwa tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan semakin memperbesar perbincangan mengenai posisi Raffi Ahmad di tengah dinamika publik.

Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026

Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 yang berlangsung setelah aksi mahasiswa di Bundaran HI.

Dalam acara tersebut, sejumlah mahasiswa terlihat hadir menggunakan jaket almamater berbagai perguruan tinggi. Kondisi itu kemudian menimbulkan perdebatan setelah muncul dugaan adanya peserta yang bukan mahasiswa dari kampus yang menggunakan atribut tersebut.

Salah satu peserta bahkan disebut mengaku hanya mengikuti komunitas tertentu dan mendapatkan bayaran untuk hadir menggunakan jaket almamater.

Meski demikian, berbagai pihak masih menunggu klarifikasi lebih lanjut terkait persoalan tersebut.

Raffi Ahmad Tegaskan Tidak Terlibat Teknis Acara

Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Raffi Ahmad menyampaikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses teknis penyelenggaraan acara.

Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi mengatakan dirinya datang sebagai tamu undangan.

Ia menegaskan tidak mengetahui mengenai mekanisme acara, termasuk terkait siapa saja pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Publik Menanti Sikap dan Klarifikasi Lanjutan

Dengan berbagai rangkaian peristiwa tersebut, isu boikot Raffi Ahmad kini menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Di satu sisi, sebagian publik menyampaikan kritik sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Namun, di sisi lain, pihak Raffi Ahmad telah memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan langsung dalam sejumlah persoalan yang dipermasalahkan.

Oleh karena itu, perkembangan informasi dan klarifikasi dari berbagai pihak masih menjadi perhatian masyarakat.

***

Sumber: BS.

Penulis: Vico Rahman.