Queensha.id – Internasional,
Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan setelah Mahkamah Agung memastikan bahwa bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, menyusul tidak terlihatnya hilal pada penentuan sebelumnya.
Penetapan ini sekaligus menjadi rujukan penting bagi sejumlah negara Muslim yang mengikuti metode rukyat Arab Saudi dalam menentukan awal bulan Hijriah. Dengan demikian, jutaan umat Islam di berbagai belahan dunia bersiap menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Dalam laporan resmi Kantor Berita Saudi, Mahkamah Agung menyatakan bahwa Kamis merupakan hari terakhir Ramadan, sehingga Jumat ditetapkan sebagai Idul Fitri. Penentuan ini tetap berpegang pada tradisi pengamatan bulan sabit (hilal), yang menjadi dasar dalam kalender lunar Islam.
Idul Fitri sendiri merupakan momentum sakral bagi umat Islam, menandai berakhirnya kewajiban berpuasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga menjadi bulan peningkatan spiritual, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama melalui zakat dan sedekah.
Arab Saudi, sebagai pusat spiritual Islam yang menaungi Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, selalu menjadi sorotan dunia dalam setiap penetapan hari besar keagamaan. Keputusan kerajaan ini kerap menjadi acuan global, meski tidak semua negara mengikutinya karena perbedaan metode hisab dan rukyat.
Namun, perayaan Idul Fitri tahun ini berlangsung dalam situasi yang tidak sepenuhnya kondusif. Dunia Muslim tengah dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih memanas, bahkan berdampak pada sejumlah negara di kawasan Teluk.
Serangan balasan berupa rudal dan drone yang menyasar infrastruktur vital seperti bandara, kawasan permukiman, hingga instalasi energi, menambah kekhawatiran di tengah suasana Ramadan. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat merayakan Lebaran dengan rasa waspada, di tengah harapan akan perdamaian yang tak kunjung tiba.
Meski demikian, semangat Idul Fitri sebagai simbol kemenangan, pengampunan, dan persatuan tetap menjadi cahaya bagi umat Islam di seluruh dunia. Di tengah konflik dan ketidakpastian global, Lebaran diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguat solidaritas kemanusiaan lintas batas.
***
CNBC.
(19 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan