Queensha.id – Internasional,
Media sosial kembali diramaikan dengan klaim bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) secara resmi menghapus kewajiban berhijab sehingga perempuan Saudi beramai-ramai memilih tampil dengan rambut pendek.
Klaim tersebut menarik perhatian publik. Namun, setelah ditelusuri, terdapat sejumlah bagian yang perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Perubahan Aturan Memang Terjadi
Arab Saudi memang mengalami transformasi sosial yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir melalui program Vision 2030, yang dipimpin oleh Mohammed bin Salman.
Salah satu perubahan penting terjadi pada 2019, ketika pemerintah memperkenalkan aturan public decency atau tata krama di ruang publik.
Melalui aturan tersebut, masyarakat dan wisatawan diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan sesuai norma kesusilaan. Namun, aturan itu tidak secara khusus menyatakan bahwa seluruh perempuan wajib memakai hijab di seluruh ruang publik.
Panduan resmi sektor pariwisata Arab Saudi juga menjelaskan bahwa wisatawan perempuan tidak diwajibkan mengenakan pakaian tradisional Saudi seperti abaya atau hijab, meskipun tetap dianjurkan berpakaian sopan serta menghormati budaya setempat.
Dengan demikian, gambaran bahwa setiap perempuan di Arab Saudi secara hukum wajib mengenakan hijab di semua tempat umum sudah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi regulasi yang berlaku saat ini.
Bukan Berarti Hijab Dilarang
Perubahan regulasi tersebut juga bukan berarti pemerintah Arab Saudi melarang penggunaan hijab.
Perempuan Saudi maupun perempuan asing tetap diperbolehkan mengenakan hijab, abaya, maupun pakaian tradisional lainnya.
Di sejumlah lokasi keagamaan, terutama saat memasuki masjid atau kawasan suci, aturan berpakaian tetap lebih ketat. Pengunjung perempuan tetap dianjurkan membawa penutup kepala sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah.
Karena itu, terdapat perbedaan yang jelas antara “tidak diwajibkan secara umum” dan “dilarang mengenakan hijab.”
Perempuan Tanpa Hijab Kini Lebih Mudah Dijumpai
Dalam beberapa tahun terakhir, perempuan Saudi yang tampil tanpa penutup kepala memang semakin sering terlihat, terutama di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah.
Fenomena tersebut tampak di pusat perbelanjaan, restoran, kantor, acara hiburan, hingga berbagai kegiatan profesional.
Perubahan ini merupakan bagian dari transformasi sosial yang lebih luas di bawah agenda Vision 2030, yang bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.
Selain itu, pemerintah Saudi juga telah membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk bekerja, mengemudi, bepergian, berwirausaha, hingga berpartisipasi dalam berbagai aktivitas publik.
Apakah Pemerintah Mendorong Rambut Pendek?
Salah satu klaim yang banyak beredar menyebutkan bahwa setelah aturan berhijab dilonggarkan, perempuan Saudi beramai-ramai memilih rambut pendek.
Namun, tidak terdapat bukti resmi yang menunjukkan adanya kebijakan pemerintah yang mengharuskan, menganjurkan, atau mendorong perempuan Saudi memotong rambut pendek.
Pilihan gaya rambut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari tren mode, preferensi pribadi, dan perubahan gaya hidup yang berkembang di masyarakat modern.
Sebagian perempuan tetap mengenakan hijab, sebagian memilih abaya dengan desain modern, sementara sebagian lainnya tampil tanpa penutup kepala. Semua itu merupakan pilihan personal, bukan kebijakan pemerintah.
Transformasi Arab Saudi Terus Berlangsung
Reformasi yang dipimpin Mohammed bin Salman memang membawa perubahan besar di Arab Saudi.
Negara yang dahulu dikenal sangat konservatif kini memiliki bioskop, konser musik, festival budaya, ajang olahraga perempuan, kawasan hiburan, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan sektor ekonomi.
Transformasi tersebut merupakan bagian dari upaya diversifikasi ekonomi agar Arab Saudi tidak hanya bergantung pada sektor minyak, tetapi juga berkembang di bidang pariwisata, investasi, hiburan, dan industri kreatif.
Masih Menjadi Sorotan Dunia
Meski mengalami banyak perubahan, berbagai organisasi hak asasi manusia masih menyoroti sejumlah isu di Arab Saudi, terutama yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan hak-hak perempuan.
Salah satu kasus yang mendapat perhatian internasional adalah Manahel Al-Otaibi, seorang perempuan Saudi yang dijatuhi hukuman penjara. Pemerintah Arab Saudi mengaitkan kasus tersebut dengan pelanggaran hukum terkait keamanan negara, sementara sejumlah organisasi HAM menilai kasus itu berkaitan dengan aktivitas advokasi hak perempuan dan pilihan berpakaiannya.
Klaim bahwa Mohammed bin Salman secara resmi menghapus kewajiban berhijab sehingga perempuan Saudi diwajibkan atau didorong berambut pendek tidak tepat jika disampaikan tanpa konteks.
Faktanya, Arab Saudi memang telah melonggarkan sejumlah aturan berpakaian di ruang publik sejak beberapa tahun lalu sebagai bagian dari reformasi sosial Vision 2030. Namun, hijab tetap boleh dikenakan, tidak ada larangan resmi terhadap penggunaannya, dan tidak ada kebijakan pemerintah yang mengharuskan perempuan Saudi memotong rambut pendek.
Perubahan yang terlihat di masyarakat lebih merupakan hasil dari meningkatnya kebebasan memilih gaya berpakaian dalam batas norma yang berlaku, bukan akibat adanya aturan yang melarang hijab atau mewajibkan gaya rambut tertentu.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan