Queensha.id – Jepara,
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi seorang asisten rumah tangga (ART) diduga mencuri uang milik majikannya di Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, viral di berbagai platform media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, dan kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Jepara. Dalam rekaman CCTV, seorang perempuan yang diketahui baru sehari bekerja sebagai ART terlihat memasuki kamar tidur majikannya, kemudian membuka laci dan mengambil sejumlah uang tunai.
Korban Mengalami Kerugian Hingga Belasan Juta Rupiah
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Andika Oktavian Saputra, mengungkapkan bahwa korban berinisial MAF (29) melaporkan kehilangan uang tunai sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui bernama Sri Wahyuningsih. Ia mulai bekerja di rumah korban pada pagi hari setelah sebelumnya berkenalan melalui media sosial Facebook.
Dalam rekaman CCTV, pelaku tampak berpura-pura membersihkan kamar sebelum membuka laci tempat penyimpanan uang. Aksi tersebut dilakukan sebanyak dua kali.
Uang yang diduga diambil berupa pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, kemudian disembunyikan di balik pakaian yang dikenakannya.
Korban Baru Menyadari Uang Hilang Sore Hari
Korban baru menyadari uangnya hilang sekitar pukul 17.00 WIB. Merasa curiga, korban langsung memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di dalam rumah.
Dari hasil pemeriksaan itulah terlihat jelas dugaan aksi pencurian yang dilakukan oleh ART yang baru bekerja sehari tersebut.
Setelah mengetahui kejadian itu, korban berupaya menghubungi pelaku. Namun nomor telepon yang sebelumnya digunakan sudah tidak aktif sehingga pelaku tidak dapat dihubungi.
Polisi Masih Memburu Pelaku
Kasus dugaan pencurian tersebut kini masih dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Jepara. Polisi tengah berupaya mengungkap keberadaan pelaku serta melengkapi alat bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Andika Oktavian Saputra, juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat merekrut asisten rumah tangga, terutama jika proses perkenalan hanya melalui media sosial.
“Apalagi kenal di media sosial. Harus ekstra berhati-hati dan waspada,” tegas AKP Andika, dilansir dari berbagai sumber.
Masyarakat Diimbau Selektif Memilih Asisten Rumah Tangga
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima pekerja rumah tangga. Selain meminta identitas yang jelas, calon pemberi kerja juga disarankan melakukan verifikasi data, meminta referensi kerja, serta memastikan identitas pekerja dapat dipertanggungjawabkan.
Keberadaan kamera CCTV juga dinilai membantu proses pengungkapan kasus karena mampu menjadi barang bukti penting dalam penyelidikan tindak pidana.
***
Sumber: WK/Isj.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan