Queensha.id – Jepara,
Harapan Mbah Paini (64), janda lansia asal Dukuh Winong, RT 03/RW 05, Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, akhirnya mulai terwujud. Setelah kisah hidupnya yang memprihatinkan mendapat perhatian publik, Baznas Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan perbaikan rumah sebesar Rp20 juta.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Pemerintah Desa Ngeling sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi Mbah Paini yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan bersama putranya, Ponimen (44), seorang penyandang disabilitas.
Kisah Pilu Mbah Paini Sempat Menjadi Sorotan
Sebelumnya, Queensha.id memberitakan kondisi Mbah Paini yang hidup di rumah sederhana dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Sejak suaminya meninggal dunia pada tahun 1992, Mbah Paini berjuang seorang diri memenuhi kebutuhan hidup bersama anaknya. Kondisi rumah yang ditempati dinilai jauh dari kata layak karena minim fasilitas dasar.
Saat itu, keluarga tersebut disebut belum memiliki fasilitas memadai seperti rumah layak huni, listrik yang memadai, kamar mandi, WC, hingga sarana penunjang kehidupan lainnya.
Kisah tersebut kemudian menyita perhatian masyarakat, relawan sosial, hingga berbagai pihak yang berharap pemerintah segera memberikan bantuan.
Baznas Jateng Salurkan Bantuan Rp20 Juta
Kini harapan itu mulai menjadi kenyataan.
Melalui program bantuan rumah dari Baznas Provinsi Jawa Tengah, Mbah Paini menerima bantuan sebesar Rp20 juta yang akan digunakan untuk memperbaiki tempat tinggalnya agar lebih layak dihuni.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pemerintah Desa Ngeling sebagai bentuk sinergi antara pemerintah desa dan lembaga zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup Mbah Paini dan anaknya sehingga dapat tinggal di rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
“Alhamdulillah ya Allah martunuwon njeh, aku gak iso ngomong opo-opo mergo kudu nangis, ” ucapnya sambil menangis, Sabtu (25/7/2026).
Bentuk Kepedulian Sosial
Program bantuan rumah dari Baznas merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya penerima manfaat yang masuk kategori rumah tidak layak huni.
Kehadiran program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, Baznas, relawan, media, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan.
Masih Membutuhkan Dukungan
Meski bantuan perbaikan rumah telah diterima, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga rumah Mbah Paini benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak.
Selain pembangunan fisik rumah, dukungan terhadap kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut juga tetap diperlukan agar kesejahteraan mereka semakin meningkat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial mampu mengubah kehidupan seseorang. Kisah Mbah Paini membuktikan bahwa suara masyarakat, pemberitaan media, serta kolaborasi berbagai pihak dapat menjadi jembatan hadirnya bantuan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
***
Sumber: Kontributor Queensha Zainal Arifin (Seto Dontgost).
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan