Queensha.id – Edukasi Islam,
Di tengah perkembangan teknologi dan mudahnya akses terhadap ilmu agama, banyak umat Islam yang memahami tata cara salat, mampu membaca Al-Qur’an, menghafal doa-doa, bahkan mengetahui berbagai hukum Islam, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun akhirat.
Namun, di sisi lain, tidak sedikit yang mengaku yakin kepada Allah SWT, percaya akan hari kiamat, surga, dan neraka, tetapi belum menjalankan salat maupun kewajiban agama lainnya secara konsisten. Sebagian beranggapan bahwa keyakinan di dalam hati saja sudah cukup.
Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai seseorang yang mengaku beriman tetapi tidak mengamalkan kewajiban agama?
Iman Tidak Hanya Diyakini, Tetapi Juga Diamalkan
Dalam ajaran Islam, iman bukan sekadar pengakuan dalam hati atau ucapan di lisan. Mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah menjelaskan bahwa iman mencakup tiga unsur, yaitu keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, dan pembuktian melalui amal perbuatan.
Salat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Karena itu, meninggalkan salat tanpa alasan yang dibenarkan syariat dipandang sebagai dosa besar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5:
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya…”
Sementara dalam Surah Maryam ayat 59 disebutkan adanya peringatan bagi generasi yang menyia-nyiakan salat dan mengikuti hawa nafsu.
Rasulullah SAW Menegaskan Pentingnya Salat
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa pembeda antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan salat.
Para ulama menjelaskan hadis tersebut dengan rinci. Sebagian memahami bahwa orang yang meninggalkan salat karena mengingkari kewajibannya dapat keluar dari Islam. Adapun orang yang masih meyakini kewajiban salat tetapi meninggalkannya karena malas, mayoritas ulama menyatakan ia melakukan dosa yang sangat besar dan wajib segera bertobat.
Pandangan Ulama Indonesia
Sejumlah ulama terkemuka di Indonesia juga menegaskan bahwa keimanan harus dibuktikan dengan ketaatan kepada Allah SWT.
Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa iman sejati akan melahirkan amal saleh. Menurutnya, Al-Qur’an berulang kali menyandingkan kalimat “orang-orang yang beriman dan beramal saleh”, menunjukkan bahwa keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan.
Sementara itu, Buya Yahya dalam berbagai kajiannya mengingatkan agar umat Islam tidak merasa aman hanya karena mengaku beriman. Menurutnya, seseorang yang sengaja meninggalkan salat berada dalam keadaan yang sangat berbahaya dan harus segera memperbaiki diri dengan bertobat serta mulai menjaga salat lima waktu.
Hal senada juga sering disampaikan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Ia menekankan bahwa ukuran keimanan bukan hanya pengetahuan agama, melainkan sejauh mana seseorang taat kepada perintah Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
MUI: Salat Adalah Kewajiban yang Tidak Boleh Diabaikan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara konsisten mengingatkan bahwa salat merupakan kewajiban setiap Muslim yang tidak gugur hanya karena kesibukan, pekerjaan, atau alasan duniawi lainnya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, bukan sekadar memperbanyak pengetahuan agama.
Jangan Merasa Cukup dengan Keyakinan
Para ulama juga mengingatkan agar setiap Muslim tidak terjebak pada sikap merasa cukup hanya dengan keyakinan di dalam hati.
Pengetahuan agama adalah nikmat yang besar, tetapi akan lebih bernilai apabila diwujudkan dalam amal saleh, akhlak yang baik, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Islam mengajarkan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Ketiganya saling menguatkan dan menjadi bekal seorang Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia sekaligus mempersiapkan diri menghadapi akhirat.
Dengan demikian, keyakinan kepada Allah SWT semestinya mendorong seseorang untuk melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, berbuat baik kepada sesama, serta menjalankan seluruh kewajiban agama sesuai kemampuan. Pengetahuan tanpa pengamalan dikhawatirkan membuat seseorang kehilangan kesempatan meraih kesempurnaan iman yang diajarkan dalam Islam.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan