Queensha.id – Wonosobo,
Seorang bayi laki-laki yang baru lahir di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi perhatian masyarakat setelah diberi nama Muhammad MBG Subianto.
Nama yang tidak biasa tersebut memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian menganggapnya unik dan penuh makna, sementara yang lain mengaku terkejut karena nama tersebut berkaitan dengan salah satu program pemerintah.
Bayi tersebut merupakan putra ketiga pasangan Yuharni dan Ambon Yassin, warga Dusun Prigi RT 05 RW 04, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.
Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis
Yuharni menjelaskan bahwa pemberian nama anaknya bukan dilakukan secara spontan, melainkan sebagai bentuk rasa syukur atas perubahan yang dialaminya setelah bekerja dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perempuan berusia 41 tahun itu bekerja di bagian ompreng pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak 25 Agustus 2025.
Menurutnya, kehadiran program tersebut membuka peluang kerja bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.
Selain memperoleh pekerjaan, penghasilan yang diterimanya dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup,” ujar Yuharni saat ditemui di kediamannya, Senin (13/7/2026).
Nama Sebagai Bentuk Rasa Syukur
Yuharni mengatakan, nama tersebut dipilih sebagai simbol rasa terima kasih atas kesempatan bekerja yang diperolehnya melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Baginya, program tersebut tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarganya.
Ia berharap kelak putranya tumbuh menjadi pribadi yang baik, sehat, dan membawa manfaat bagi banyak orang.
Program MBG Dinilai Membuka Lapangan Kerja
Selain bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak, Program Makan Bergizi Gratis juga melibatkan banyak tenaga kerja lokal dalam proses penyediaan makanan.
Keberadaan dapur SPPG di berbagai daerah membuka peluang kerja bagi masyarakat, mulai dari tenaga memasak, pengemasan makanan, distribusi, hingga administrasi.
Pengalaman Yuharni menjadi salah satu contoh bagaimana program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi sebagian keluarga yang terlibat di dalamnya.
Ramai Diperbincangkan di Media Sosial
Nama Muhammad MBG Subianto pun menjadi perbincangan setelah kisahnya tersebar di berbagai media dan media sosial.
Banyak warganet memberikan ucapan selamat sekaligus mendoakan agar bayi tersebut tumbuh sehat dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.
Di sisi lain, muncul pula berbagai tanggapan yang menilai bahwa pemberian nama merupakan hak setiap orang tua selama tidak bertentangan dengan norma, hukum, maupun nilai-nilai yang berlaku.
Kisah bayi bernama Muhammad MBG Subianto menjadi cerita unik yang mencerminkan rasa syukur sebuah keluarga terhadap perubahan hidup yang mereka rasakan. Terlepas dari beragam respons masyarakat, pemberian nama tersebut merupakan keputusan pribadi orang tua yang sarat dengan makna dan harapan bagi masa depan anak mereka.
***
Sumber: TB.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan