Queensha.id – Jepara,
Sebuah unggahan di media sosial dari akun ISJ (Info Seputar Jepara) menjadi perhatian warganet setelah memuat pendapat seorang warga yang menyampaikan kekhawatiran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Unggahan yang ditulis akun Amin Driver pada Sabtu (12/9/2026) tersebut berbunyi:
“Anaku ra mbadok MBG ra kaliren… Ngno ko ra d tutop ape ngnteni opo… Ngasek do keracunan.”
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti:
“Anak saya tidak makan MBG juga tidak kelaparan. Kalau begitu kenapa tidak ditutup, mau menunggu apa. Takutnya sampai terjadi keracunan.”
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Hingga saat dipantau, postingan itu telah memperoleh puluhan reaksi, puluhan komentar, serta dibagikan oleh sejumlah pengguna media sosial.
Salah satu komentar datang dari akun Laboratorium Sosial Jepara yang menuliskan, “Ancen kang” atau “Memang begitu, Kang.”
Warga Sampaikan Beragam Kekhawatiran
Berdasarkan isi komentar yang muncul dalam unggahan tersebut, sejumlah warganet menyampaikan beberapa kekhawatiran terkait pelaksanaan Program MBG, di antaranya:
- Keamanan dan kualitas makanan yang dibagikan kepada peserta didik.
- Efektivitas program bagi anak-anak yang dinilai telah memperoleh makanan dari rumah.
- Kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya keracunan makanan apabila pengelolaan dan distribusi tidak dilakukan sesuai standar keamanan pangan.
Meski demikian, terdapat pula masyarakat yang tetap mendukung Program MBG dengan harapan pelaksanaannya terus diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Program MBG Bertujuan Meningkatkan Gizi Anak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak sekolah serta mendukung kualitas kesehatan dan pendidikan peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, aspek kebersihan, kualitas bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan menjadi faktor penting yang harus dijaga agar makanan yang diterima anak-anak tetap aman dikonsumsi.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, maupun pihak pelaksana Program MBG di Jepara terkait unggahan yang beredar di media sosial tersebut.
Queensha.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari instansi terkait guna mendapatkan penjelasan yang berimbang mengenai pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Jepara.
Masyarakat berharap adanya transparansi, pengawasan yang ketat terhadap keamanan pangan, serta sosialisasi yang lebih luas agar tujuan program dalam meningkatkan gizi anak dapat berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan publik.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial dan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan atas pelaksanaan Program MBG. Queensha.id menjunjung prinsip keberimbangan dan akan memperbarui informasi apabila telah diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait.
***
Sumber: YAA.

Tinggalkan Balasan