Queensha.id – Jepara,
Warga Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi laki-laki yang mengapung di bawah Jembatan Brojol, Sungai Dukuh Bumiharjo, pada Kamis (9/7/2026) malam.
Peristiwa memilukan tersebut menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar unggahan yang memperlihatkan proses evakuasi oleh warga bersama aparat kepolisian.
Berawal Saat Warga Mencari Ikan
Berdasarkan informasi dari kepolisian, penemuan jasad bayi terjadi sekitar pukul 20.36 WIB. Seorang warga yang sedang mencari ikan di sekitar sungai menggunakan senter melihat sebuah benda mencurigakan mengapung di permukaan air.
Saat didekati, benda tersebut ternyata merupakan tubuh seorang bayi. Penemu kemudian segera memanggil rekannya dan melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, membenarkan adanya penemuan tersebut.
“Saksi yang sedang mencari ikan melihat bayi sudah mengapung di sungai sebelah utara jembatan. Ia kemudian langsung memberitahu rekannya dan warga sekitar untuk memastikan,” ujar AKP Dwi Prayitna saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Tali Pusar dan Plasenta Masih Menempel
Petugas Polres Jepara bersama warga kemudian melakukan evakuasi di lokasi kejadian yang berada di Desa Clering RT 03 RW 06.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diduga baru saja dilahirkan. Saat ditemukan, tali pusar beserta plasenta masih menempel pada tubuh bayi.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian serta mendukung proses penyelidikan.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Hingga kini, Satreskrim Polres Jepara masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut. Polisi mengumpulkan keterangan dari para saksi dan menelusuri berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa itu.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan mendalam untuk mencari siapa pelaku pembuangan bayi tersebut,” tegas AKP Dwi Prayitna.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada aparat penegak hukum guna membantu proses penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial terhadap perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan maupun persoalan keluarga. Berbagai pihak berharap pelaku segera terungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan konseling dan bantuan sosial agar tragedi serupa tidak terulang.
***
Sumber: SJ.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan