Queensha.id – Opini Publik,
Banyak masyarakat bertanya, benarkah ada negara di dunia yang benar-benar mengutamakan rakyatnya? Jawabannya, ada. Sejumlah negara di kawasan Nordik, seperti Denmark, Norwegia, Finlandia, dan Swedia, selama bertahun-tahun dikenal sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi melalui sistem demokrasi sosial atau Nordic welfare model. Sistem tersebut menggabungkan ekonomi pasar dengan peran pemerintah yang kuat dalam menyediakan layanan publik dan jaminan sosial bagi seluruh warga negara.
Model ini menjadikan negara-negara Nordik kerap menempati peringkat atas dalam berbagai indeks internasional terkait kualitas hidup, pendidikan, kesehatan, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Namun, bukan berarti negara-negara tersebut tanpa tantangan. Meski demikian, sistem kesejahteraan mereka masih sering dijadikan rujukan oleh banyak negara di dunia.
Apa yang Membuat Negara Nordik Disebut Mengutamakan Rakyat?
Pemerintah di negara-negara Nordik memiliki komitmen besar dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi melalui kebijakan publik yang merata.
Beberapa ciri utamanya antara lain:
- Pendidikan berkualitas dengan biaya yang sangat rendah bahkan gratis hingga perguruan tinggi di banyak program.
- Layanan kesehatan universal yang mudah diakses seluruh warga.
- Jaminan sosial bagi anak, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat yang kehilangan pekerjaan.
- Tingkat transparansi pemerintahan yang tinggi.
- Kesenjangan sosial relatif rendah dibanding banyak negara lain.
- Pajak yang relatif tinggi digunakan untuk membiayai pelayanan publik secara merata.
Denmark hingga Finlandia Jadi Contoh Dunia
Denmark dikenal memiliki sistem jaminan sosial yang kuat serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang tinggi.
Finlandia menjadi salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia yang mengedepankan pemerataan kesempatan belajar.
Sementara Norwegia memanfaatkan pendapatan negara, termasuk dari sektor energi, untuk memperkuat dana kesejahteraan masyarakat. Adapun Swedia mengembangkan sistem pelayanan publik yang luas, meski dalam beberapa tahun terakhir juga melakukan sejumlah reformasi dengan melibatkan sektor swasta pada beberapa layanan.
Apakah Indonesia Bisa Seperti Itu?
Pertanyaan berikutnya adalah, apakah Indonesia mampu menerapkan sistem seperti negara-negara Nordik?
Sejumlah pengamat menilai hal tersebut memungkinkan dalam aspek tertentu, namun tidak dapat dilakukan dengan menyalin seluruh sistem secara langsung.
Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari jumlah penduduk yang mencapai ratusan juta jiwa, wilayah kepulauan yang sangat luas, kondisi ekonomi yang beragam, hingga tantangan pemerataan pembangunan.
Meski demikian, Indonesia telah menjalankan berbagai program kesejahteraan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bantuan sosial, pembangunan pendidikan, hingga berbagai program perlindungan masyarakat. Tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah pemerataan kualitas pelayanan publik, efektivitas birokrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberantasan korupsi secara konsisten.
Tidak Ada Negara yang Sempurna
Walaupun sering disebut sebagai contoh negara yang mengutamakan rakyat, negara-negara Nordik juga menghadapi berbagai tantangan, seperti meningkatnya biaya pelayanan publik, penuaan penduduk, kebutuhan tenaga kerja, hingga penyesuaian sistem kesejahteraan terhadap perubahan ekonomi global. Bahkan, beberapa negara melakukan reformasi pada sektor pendidikan dan kesehatan agar tetap berkelanjutan.
Karena itu, para ahli menilai keberhasilan negara-negara tersebut bukan hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pemerintah, tetapi juga didukung budaya disiplin, kepatuhan terhadap hukum, transparansi, kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, serta pengelolaan keuangan publik yang akuntabel.
Menurut Pengamat Sosial Jepara Purnomo Wardoyo
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai Indonesia pada dasarnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik menuju standar negara-negara maju, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan kemampuan fiskal nasional.
Menurutnya, keberhasilan negara-negara Nordik bukan semata-mata karena besarnya anggaran pemerintah, melainkan juga ditopang oleh budaya disiplin, kepatuhan terhadap hukum, transparansi, serta tingginya kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun yang harus dibangun bukan hanya program-program pemerintah, melainkan juga integritas aparatur, budaya antikorupsi, disiplin masyarakat, serta pengelolaan anggaran yang efektif,” ujar Purnomo Wardoyo, Rabu (12/6/2026).
Ia menambahkan bahwa investasi pada pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama menuju negara yang lebih sejahtera.
“Kalau pelayanan publik semakin baik, korupsi dapat ditekan, pendidikan semakin berkualitas, dan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat, maka Indonesia akan semakin mendekati cita-cita negara yang sejahtera. Tetapi prosesnya membutuhkan komitmen jangka panjang dari pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat,” katanya.
Tidak Hanya Soal Pajak Tinggi
Purnomo juga mengingatkan bahwa negara-negara Nordik bukan sekadar menerapkan pajak yang relatif tinggi. Di sisi lain, masyarakat menerima manfaat nyata berupa pelayanan publik yang berkualitas, jaminan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial yang luas.
Menurutnya, yang terpenting bukan meniru seluruh sistem negara lain, melainkan mengambil praktik-praktik terbaik yang sesuai dengan karakteristik Indonesia.
“Indonesia memiliki dasar Pancasila dan semangat gotong royong yang kuat. Nilai-nilai itu bisa menjadi modal besar untuk membangun negara yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat apabila dijalankan secara konsisten,” pungkasnya.
Pelajaran yang Bisa Diambil Indonesia
Indonesia tidak harus meniru seluruh sistem negara Nordik. Namun, berbagai praktik baik dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperkuat pendidikan, meningkatkan akses layanan kesehatan, memperbaiki tata kelola pemerintahan, memperkuat pengawasan terhadap korupsi, serta memastikan anggaran negara benar-benar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar, Indonesia dinilai memiliki potensi untuk menjadi negara yang semakin maju apabila pembangunan dilakukan secara konsisten, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
***
Sumber: Publikasi Norden.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan