Queensha.id – Edukasi Satwa & Kesehatan,
Banyak masyarakat masih menganggap celurut sebagai tikus karena bentuk tubuhnya yang sekilas mirip. Padahal, kedua hewan ini berasal dari kelompok yang berbeda dan memiliki peran yang berbeda pula di alam.
Berikut edukasi lengkap mengenai perbedaan celurut dan tikus sebagaimana dijelaskan dalam infografis yang beredar.
Perbedaan Celurut dan Tikus
1. Klasifikasi
Celurut
- Bukan hewan pengerat.
- Termasuk ordo Eulipotyphla (Soricomorpha).
Tikus
- Hewan pengerat.
- Termasuk ordo Rodentia (famili Muridae).
2. Penampilan
Celurut
- Tubuh kecil dan ramping.
- Hidung panjang serta runcing.
- Telinga kecil.
- Ekor pendek dan berbulu.
Tikus
- Tubuh lebih besar dan gemuk.
- Hidung tumpul.
- Telinga lebih besar.
- Ekor panjang dan bersisik.
3. Gigi
Celurut
- Gigi kecil dan runcing.
- Gigi tidak terus tumbuh dengan cepat.
Tikus
- Gigi seri besar dan tajam.
- Gigi terus tumbuh sepanjang hidup sehingga sering mengerat benda.
4. Makanan
Celurut
- Serangga kecil.
- Cacing.
- Larva.
- Hewan kecil lainnya.
Tikus
- Biji-bijian.
- Buah.
- Sisa makanan.
- Kertas.
- Kain.
- Berbagai bahan lainnya.
5. Habitat
Celurut
- Hidup di tanah lembap.
- Semak-semak.
- Bawah tumpukan daun.
Tikus
- Hidup dekat manusia.
- Rumah.
- Gudang.
- Selokan.
- Tempat penyimpanan makanan.
6. Kebiasaan
Celurut
- Aktif siang maupun malam.
- Namun lebih sering beraktivitas pada malam hari.
Tikus
- Aktif terutama pada malam hari (nokturnal).
- Sangat adaptif.
- Hidup berkelompok.
7. Peran di Alam
Celurut
- Bermanfaat.
- Membantu mengendalikan populasi serangga.
Tikus
- Dapat merusak persediaan makanan.
- Berpotensi menyebarkan penyakit.
Tahukah Kamu?
Celurut sering disalahartikan sebagai tikus karena bentuk tubuhnya kecil. Padahal, celurut bukan hewan pengerat dan justru menjadi salah satu predator alami serangga sehingga memiliki manfaat bagi keseimbangan ekosistem.
Ingat!
Jangan terburu-buru membasmi semua hewan kecil yang menyerupai tikus. Kenali terlebih dahulu jenisnya agar tindakan pengendalian dilakukan secara tepat dan tidak mengganggu keseimbangan alam.
Ciri yang Paling Mudah Dibedakan
- Hidung celurut panjang dan runcing, sedangkan tikus berhidung tumpul.
- Ekor celurut pendek dan berbulu, sedangkan ekor tikus panjang serta bersisik.
- Celurut bukan hewan pengerat, sedangkan tikus merupakan hewan pengerat.
Penjelasan Pakar Kesehatan
Menurut para ahli kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit di Indonesia, tikus merupakan salah satu hewan yang perlu dikendalikan karena dapat menjadi pembawa berbagai penyakit (vektor), seperti leptospirosis, melalui urine yang mencemari air atau lingkungan. Oleh karena itu, kebersihan rumah, pengelolaan sampah, serta pengendalian populasi tikus menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, celurut tidak termasuk kelompok tikus (Rodentia). Meski demikian, hewan liar tetap tidak dianjurkan untuk dipegang secara langsung karena berpotensi membawa mikroorganisme dari habitatnya. Jika menemukan celurut di sekitar rumah, masyarakat disarankan mengusirnya secara aman tanpa menyakiti apabila tidak menimbulkan gangguan.
Edukasi untuk Masyarakat
Membedakan celurut dan tikus bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Celurut berperan sebagai pemangsa serangga yang dapat membantu mengurangi populasi hama di lingkungan. Sebaliknya, tikus yang berkembang tidak terkendali dapat menyebabkan kerugian ekonomi serta meningkatkan risiko penularan penyakit.
Dengan mengenali perbedaan keduanya, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi keberadaan satwa liar di sekitar lingkungan dan tidak salah mengidentifikasi hewan yang sebenarnya bermanfaat bagi alam.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan