Queensha.id – Edukasi & Kesehatan,
Memasuki musim hujan, masyarakat diminta tidak menganggap remeh perubahan cuaca. Selain meningkatkan risiko banjir dan kecelakaan, musim hujan juga menjadi waktu berkembangnya berbagai virus, bakteri, dan nyamuk penyebab penyakit seperti demam berdarah, influenza, diare, hingga leptospirosis. Karena itu, kewaspadaan sejak dini sangat penting agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan aman.
Berikut penjelasan lengkap mengenai hal-hal yang perlu dilakukan.
10 Hal yang Segera Dilakukan untuk Aktivitas Sehari-hari
1. Selalu membawa payung atau jas hujan Jangan menunggu hujan turun. Simpan payung atau jas hujan di kendaraan maupun tas sehingga Anda tidak kehujanan saat beraktivitas.
2. Periksa prakiraan cuaca Biasakan melihat prakiraan cuaca sebelum bepergian agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih aman.
3. Gunakan alas kaki anti selip Jalan yang licin meningkatkan risiko terjatuh. Gunakan sepatu atau sandal yang memiliki daya cengkeram baik.
4. Berkendara lebih hati-hati Kurangi kecepatan, nyalakan lampu kendaraan saat hujan deras, dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain.
5. Siapkan pakaian ganti Jika pakaian basah karena hujan, segera ganti agar tubuh tidak terlalu lama dalam kondisi lembap.
6. Hindari berteduh di bawah pohon besar Saat terjadi hujan deras disertai angin dan petir, pohon besar berpotensi tumbang atau tersambar petir.
7. Bawa air minum dan makanan ringan Cuaca dingin tetap membutuhkan tubuh yang terhidrasi dengan baik.
8. Lindungi barang elektronik Gunakan tas tahan air atau pelindung agar ponsel dan laptop tidak rusak akibat air.
9. Atur waktu perjalanan Berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan akibat hujan.
10. Tetap jaga kebersihan tangan Virus dan bakteri lebih mudah menyebar saat musim hujan. Rajin mencuci tangan dapat mengurangi risiko infeksi.
10 Hal yang Wajib Diwaspadai di Lingkungan Sekitar
- Genangan air yang menjadi sarang nyamuk.
- Selokan yang tersumbat sampah.
- Pohon tua yang rawan tumbang.
- Kabel listrik yang terendam banjir.
- Jalan berlubang yang tertutup air.
- Dinding atau tebing yang berpotensi longsor.
- Atap rumah yang bocor.
- Sampah yang menyumbat saluran air.
- Hewan pembawa penyakit seperti tikus di area banjir.
- Permukaan jalan yang licin.
Cara mengatasinya: lakukan kerja bakti, bersihkan saluran air, lakukan gerakan 3M Plus untuk mencegah demam berdarah, pangkas pohon yang membahayakan, dan segera laporkan potensi bahaya kepada pihak terkait.
10 Hal yang Harus Diperhatikan pada Tubuh
1. Daya tahan tubuh Perbanyak konsumsi makanan bergizi.
2. Suhu tubuh Jika mengalami demam tinggi, segera periksa ke fasilitas kesehatan.
3. Batuk dan pilek Gunakan masker bila sedang sakit agar tidak menularkan kepada orang lain.
4. Kondisi kulit Segera mandi setelah kehujanan untuk mencegah infeksi kulit.
5. Kaki Hindari berjalan tanpa alas kaki di genangan air karena berisiko terkena leptospirosis.
6. Pola makan Perbanyak buah, sayur, dan protein.
7. Cairan tubuh Minum air putih yang cukup meskipun udara terasa dingin.
8. Waktu istirahat Tidur 7–9 jam setiap malam agar sistem imun tetap optimal.
9. Aktivitas fisik Lakukan olahraga ringan minimal 30 menit secara rutin.
10. Kesehatan mental Kelola stres dengan baik karena stres berkepanjangan dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Menurut para pakar kesehatan di Indonesia dan berbagai panduan Kementerian Kesehatan, musim hujan merupakan periode ketika risiko penyakit menular meningkat akibat kelembapan tinggi, berkembangnya mikroorganisme, serta bertambahnya tempat perkembangbiakan nyamuk.
Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, tidur yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit.
Dengan meningkatkan kewaspadaan sejak awal musim hujan, setiap keluarga dapat meminimalkan risiko penyakit maupun kecelakaan. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membantu menjaga kesehatan, keselamatan, dan produktivitas selama musim penghujan berlangsung.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan