Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Belakangan ini beredar luas di media sosial berbagai pesan yang berisi larangan-larangan ketika berada di kamar mandi atau WC. Di antaranya, tidak boleh berbicara di toilet, tidak boleh menggantung pakaian di kamar mandi, tidak boleh membuka pintu saat Maghrib, hingga berbagai klaim tentang jin dan setan.

Sebagian isi pesan tersebut memang mengandung adab yang diajarkan dalam Islam. Namun, sebagian lainnya merupakan kepercayaan yang tidak memiliki dalil yang sahih sehingga tidak sepatutnya langsung diyakini sebagai ajaran agama.

Para ulama mengingatkan umat Islam agar selalu memeriksa sumber setiap informasi agama dan membedakan antara ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis sahih dengan tradisi atau cerita yang belum memiliki dasar yang kuat.

Adab Masuk WC yang Memang Diajarkan Rasulullah SAW

Dalam Islam, terdapat beberapa adab yang benar-benar memiliki dasar dari hadis Nabi Muhammad SAW, di antaranya:

  • Membaca doa sebelum masuk toilet.
  • Mendahulukan kaki kiri ketika masuk dan kaki kanan saat keluar.
  • Tidak membawa mushaf Al-Qur’an atau benda yang memuat nama Allah jika tidak diperlukan.
  • Menjaga aurat.
  • Membersihkan diri (istinja) hingga suci.
  • Membaca doa setelah keluar dari toilet.
  • Tidak menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat di tempat terbuka, sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis.

Adab-adab tersebut merupakan bagian dari tuntunan syariat yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

Berbicara di WC, Bagaimana Hukumnya?

Mayoritas ulama memakruhkan berbicara di dalam toilet tanpa kebutuhan.

Alasannya bukan karena berbicara berarti “mengobrol dengan jin”, melainkan karena toilet adalah tempat membuang najis sehingga dianjurkan untuk tidak memperbanyak percakapan atau berdzikir secara lisan kecuali jika ada kebutuhan mendesak.

Benarkah Menggantung Baju di Kamar Mandi Membuat Jin Masuk?

Klaim bahwa jin akan masuk ke pakaian yang digantung di kamar mandi tidak memiliki dalil sahih dari Al-Qur’an maupun hadis.

Demikian pula pernyataan bahwa jin meminum darah pembalut, sembuh karena air kencing orang yang berdiri, atau berbagai akibat tertentu seperti tuli, buta, dan lupa akibat kebiasaan tertentu di toilet, tidak dikenal sebagai ajaran yang memiliki landasan hadis sahih.

Ulama mengingatkan agar umat Islam tidak menyandarkan suatu hukum agama kepada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Tentang Menutup Makanan dan Menjaga Anak Saat Maghrib

Ada beberapa anjuran yang memang memiliki dasar dalam hadis, seperti:

  • Menutup makanan dan minuman sambil menyebut nama Allah.
  • Menjaga anak-anak agar tidak berkeliaran saat awal waktu Maghrib karena dalam hadis disebutkan setan berkeliaran pada waktu tersebut.
  • Membaca basmalah ketika menutup pintu dan wadah makanan.

Anjuran ini merupakan bagian dari adab yang diajarkan Rasulullah SAW.

 

Pandangan Ulama

Para ulama menjelaskan bahwa Islam dibangun di atas dalil yang sahih. Karena itu, umat Islam dianjurkan berhati-hati terhadap pesan berantai yang mencampurkan hadis, cerita rakyat, pengalaman pribadi, dan keyakinan tertentu tanpa dasar yang jelas.

Jika suatu amalan atau larangan tidak memiliki dalil yang kuat, maka tidak boleh dipastikan sebagai ajaran agama.

Islam memang mengajarkan adab ketika berada di kamar mandi atau WC sebagai bentuk menjaga kebersihan, kesopanan, dan kesucian. Namun, tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dianggap sebagai ajaran Islam.

Umat Islam sebaiknya berpegang pada Al-Qur’an, hadis sahih, dan penjelasan ulama yang kredibel. Dengan demikian, ibadah dan amalan yang dilakukan benar-benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW serta terhindar dari keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.