Queensha.id – Jepara,
Kebakaran hebat melanda sebuah brak mebel home industri di Desa Kaliaman RT 06/RW 08, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Sabtu malam (6/6/2026). Kobaran api yang membumbung tinggi membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk melihat sekaligus membantu proses penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut dengan cepat menjadi perhatian warga karena lokasi kebakaran berada di area permukiman yang cukup padat. Selain itu, banyaknya material kayu yang tersimpan di dalam brak mebel membuat api dengan mudah membesar dan menghanguskan bangunan.
Api Dilaporkan Sekitar Pukul 19.31 WIB
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 19.31 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.
Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB dan langsung melakukan penyemprotan ke titik-titik api yang masih berkobar. Kondisi bangunan yang dipenuhi bahan baku kayu dan perlengkapan produksi mebel menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam mengendalikan api.
Milik Pengusaha Mebel Lokal
Objek yang terbakar diketahui merupakan brak mebel milik Abdul Jalal (55), seorang pengusaha mebel rumahan yang selama ini menjalankan usaha produksi furnitur di Desa Kaliaman.
Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 10 x 10 meter persegi dan digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan baku serta proses produksi mebel.
Industri mebel sendiri merupakan salah satu sektor usaha yang banyak berkembang di Kabupaten Jepara. Karena itu, kebakaran yang terjadi tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas usaha dan sumber penghasilan pemiliknya.
Enam Armada Dikerahkan Padamkan Api
Untuk mengatasi kebakaran tersebut, petugas mengerahkan sedikitnya enam unit armada pemadam kebakaran.
Armada yang diterjunkan terdiri dari:
– 2 unit dari Mako 113
– 1 unit dari Pos Pemadam Bangsri
– 3 unit bantuan dari PLTU
Petugas harus bekerja keras selama lebih dari satu jam untuk menjinakkan kobaran api yang terus membakar material kayu di dalam bangunan.
Berkat kerja sama petugas pemadam, relawan, dan warga sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 21.30 WIB.
Kerugian Mencapai Setengah Miliar Rupiah
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.
Kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Nilai tersebut berasal dari kerusakan bangunan, bahan baku kayu, hasil produksi mebel, serta berbagai peralatan kerja yang berada di dalam brak saat kejadian berlangsung.
Besarnya kerugian menjadi pukulan berat bagi pemilik usaha, mengingat industri mebel merupakan sumber penghidupan utama keluarga dan para pekerja yang terlibat di dalamnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran dapat berkembang begitu cepat.
Kemungkinan penyebab yang biasanya menjadi perhatian dalam kasus kebakaran industri rumahan antara lain gangguan instalasi listrik, korsleting, penggunaan peralatan produksi, maupun faktor lain yang membutuhkan investigasi lebih mendalam.
Tidak Ada Korban Jiwa
Di tengah besarnya kerugian yang ditimbulkan, warga patut bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pemilik usaha, pekerja, serta warga sekitar berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan.
Kecepatan warga dalam melaporkan kejadian kepada petugas juga menjadi salah satu faktor penting yang membantu proses penanganan kebakaran.
Industri Mebel Rentan Kebakaran
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pelaku industri mebel, khususnya usaha rumahan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Material utama berupa kayu, serbuk kayu, thinner, cat, dan bahan finishing lainnya termasuk kategori bahan yang mudah terbakar apabila tidak ditangani dengan baik.
Karena itu, para pelaku usaha disarankan untuk:
– Memeriksa instalasi listrik secara berkala.
– Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR).
– Menata bahan baku dan bahan kimia secara aman.
– Menghindari penggunaan kabel listrik yang tidak standar.
– Membuat jalur evakuasi darurat di area kerja.
Menjadi Pelajaran Penting bagi Pelaku Usaha
Kebakaran brak mebel di Desa Kaliaman menjadi pelajaran penting bahwa aspek keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan usaha.
Selain menjaga aset usaha, penerapan standar keamanan juga bertujuan melindungi pekerja dan lingkungan sekitar dari risiko kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap keselamatan kerja dan pencegahan kebakaran, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang di sentra industri mebel Kabupaten Jepara yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri furnitur terbesar di Indonesia.
***
Queensha Jepara (Sabtu, 6 Juni 2026)

Tinggalkan Balasan