Queensha.id – Jepara,
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan digitalisasi pemasaran bagi pelaku UMKM konveksi celana di Dukuh Tamansari, Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Program bertajuk “Pendampingan Pembuatan Konten Promosi Berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Pemasaran Digital UMKM Konveksi Celana” ini menjadi salah satu kegiatan unggulan KKN UNISNU Jepara Tahun 2026. Pendampingan dilaksanakan selama lima minggu, mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2026, disertai monitoring dan evaluasi secara berkala sebagai bagian dari program pengabdian berbasis kemitraan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dwiana Asih Wiranti, M.Pd. serta melibatkan mahasiswa lintas program studi yang bekerja sama secara langsung dengan pelaku UMKM konveksi celana di Desa Pancur.
Desa Pancur dikenal memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu usaha yang berkembang adalah konveksi celana yang telah menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Namun demikian, promosi produk masih didominasi pemasaran konvensional melalui relasi usaha, pelanggan tetap, dan promosi dari mulut ke mulut.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNISNU Jepara memberikan pendampingan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), sebagai alat bantu pemasaran digital.
Dalam kegiatan tersebut, AI dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan ide konten promosi, membuat caption pemasaran, menyusun desain sederhana, hingga merancang strategi promosi yang lebih menarik melalui media sosial.
Mahasiswa tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga mendampingi pelaku usaha secara langsung mulai dari pengambilan foto produk, pembuatan desain promosi, penyusunan caption, pembuatan ide konten, hingga penyusunan kalender konten media sosial.
Selain itu, pelaku UMKM juga diberikan pelatihan mengenai pengelolaan media sosial, mulai dari teknik mengunggah konten, menulis deskripsi produk yang menarik, penggunaan hashtag yang tepat, hingga membangun komunikasi dengan calon konsumen melalui berbagai platform digital.
Dalam pelaksanaan program, Kamituwo Desa Pancur, Toha, turut membantu menjembatani komunikasi antara mahasiswa KKN dengan pelaku UMKM sehingga proses pendampingan berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Salah seorang pelaku UMKM mengaku tertarik dengan pemanfaatan teknologi AI setelah memperoleh pendampingan dari mahasiswa.
“Dulu saya pernah mencoba mengubah wajah pada gambar gamis supaya terlihat lebih cantik menggunakan AI. Nah, sekarang saya jadi penasaran, kalau gambar celana ini diubah menjadi video menggunakan AI, apakah bisa?” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Tim KKN UNISNU Jepara menjelaskan bahwa keterlibatan aktif mitra menjadi kunci keberhasilan program. Pendampingan tidak hanya berorientasi menghasilkan konten promosi, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan kemampuan membuat serta mengelola konten secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Melalui program tersebut, diharapkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital semakin meningkat sehingga mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan visibilitas produk, sekaligus memperkuat daya saing usaha konveksi celana di Desa Pancur.
Tahapan kegiatan dimulai dari observasi dan identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan pemanfaatan AI, pelatihan pembuatan konten digital, pendampingan pengelolaan media sosial, implementasi konten berbasis AI, hingga monitoring dan evaluasi.
Program ini menjadi bukti bahwa KKN UNISNU Jepara tidak sekadar menjadi aktivitas akademik mahasiswa, melainkan juga wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi digital UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Ke depan, pelaku UMKM diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan sehingga pemasaran produk semakin modern, efektif, dan mampu bersaing di era digital.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan