Queensha.id – Jepara,

 

Seorang pemancing asal Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Blebak pada Sabtu (13/6/2026). Korban diketahui berinisial MKR (63), warga Desa Sekuro.

Kabar duka tersebut mengejutkan keluarga dan warga sekitar, mengingat korban sebelumnya berangkat memancing seperti aktivitas yang biasa dilakukannya.

Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat memancing sekitar pukul 08.00 WIB di perairan Pantai Blebak.

Namun hingga siang hari korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga mulai merasa khawatir karena biasanya korban selalu pulang saat waktu makan siang.

 

Ditemukan Tertelungkup di Area Karang

Karena korban tak kunjung pulang, keluarga bersama sejumlah warga kemudian melakukan pencarian ke lokasi tempat korban memancing.

Saat tiba di kawasan pantai, mereka hanya menemukan sepeda motor milik korban yang masih terparkir di lokasi.

Pencarian terus dilakukan hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tertelungkup di area karang yang berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada keluarga dan perangkat desa setempat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

 

Warga Bersama Petugas Lakukan Evakuasi

Setelah menerima laporan, perangkat desa segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka. Sementara itu, pihak desa juga berkoordinasi dengan Polsek Mlonggo guna melakukan pemeriksaan dan pendataan terkait kejadian tersebut.

Adapun saksi yang mengetahui peristiwa tersebut di antaranya Nadifatul Harisah dan Muhammad Iqbalul Amin.

 

Diduga Dipengaruhi Kondisi Kesehatan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban sebelumnya diketahui memiliki keluhan sesak napas saat beraktivitas.

Dugaan sementara, korban mengalami kelelahan yang diperparah oleh kondisi kesehatan yang dimilikinya. Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya korban tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di area terbuka agar selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum berangkat.

 

Edukasi: Pentingnya Memperhatikan Kondisi Tubuh Saat Memancing

Aktivitas memancing sering dianggap ringan, namun sebenarnya dapat menguras tenaga, terutama jika dilakukan di bawah terik matahari, area berbatu, atau lokasi yang jauh dari akses pertolongan.

 

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 

1. Jangan Memancing Saat Kondisi Tubuh Tidak Fit

Jika mengalami sesak napas, pusing, nyeri dada, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau kondisi kesehatan lainnya, sebaiknya menunda aktivitas memancing hingga kondisi benar-benar membaik.

 

2. Jangan Memancing Sendirian

Memancing bersama teman atau keluarga dapat mempercepat pertolongan jika terjadi kondisi darurat seperti terpeleset, tenggelam, atau serangan penyakit mendadak.

 

3. Perhatikan Cuaca dan Gelombang

Cuaca buruk, ombak tinggi, serta angin kencang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di laut maupun pesisir pantai.

 

4. Bawa Perlengkapan Keselamatan

Gunakan alas kaki yang sesuai, bawa alat komunikasi yang aktif, air minum yang cukup, obat-obatan pribadi, serta pelampung apabila memancing di area perairan yang berisiko.

 

5. Beritahu Keluarga Tujuan Memancing

Sampaikan lokasi dan perkiraan waktu pulang kepada keluarga agar proses pencarian dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.

 

Polisi Imbau Masyarakat Lebih Waspada

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pemancing, agar tidak memaksakan diri beraktivitas saat kondisi tubuh kurang sehat.

Selain itu, warga diminta segera melapor kepada perangkat desa atau aparat setempat apabila menemukan kejadian darurat di wilayah pesisir maupun perairan.

Kewaspadaan, kesiapan fisik, serta kepedulian terhadap keselamatan diri menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya musibah serupa di kemudian hari.

 

***

M8.