Queensha.id – Jepara,
Sebuah kisah tragis yang menyita perhatian masyarakat Jepara beredar luas di media sosial. Seorang pemuda yang dikenal sebagai pengusaha mebel sukses dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami kondisi kesehatan yang memburuk akibat dugaan kecanduan minuman keras atau yang oleh sebagian masyarakat dikenal dengan sebutan “botol gendeng”.
Kisah tersebut dibagikan oleh tokoh masyarakat Jepara, M. Abdullah Badri, melalui unggahan media sosial yang kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Dalam unggahannya, Badri menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda yang awalnya dikenal memiliki usaha mebel yang cukup berhasil. Namun, setelah menghadapi masalah rumah tangga dan perceraian, korban disebut mulai terjerumus dalam kebiasaan mengonsumsi minuman keras secara berlebihan.
“Setiap ada orkes, berapapun biayanya dia bakal bayar. Uang selalu ada karena bisnis mebelnya lumayan sukses. Tapi setelah cerai, pelampiasannya adalah botol gendeng,” tulis Badri dalam unggahan yang beredar di media sosial.
Berawal dari Depresi Pasca Perceraian
Menurut cerita yang disampaikan Badri, perceraian menjadi titik balik kehidupan korban. Kekecewaan yang mendalam membuatnya mencari pelarian melalui minuman beralkohol.
Seiring waktu, kebiasaan tersebut disebut semakin sulit dikendalikan. Korban bahkan dikabarkan mulai berutang ke berbagai pihak demi memenuhi kebutuhan membeli minuman keras.
Kondisi tersebut membuat keluarga, terutama sang ibu, berulang kali berupaya menghentikan kebiasaan tersebut. Namun berbagai usaha yang dilakukan disebut tidak membuahkan hasil.
Sempat Dibawa ke Jawa Timur
Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa pihak keluarga sempat menitipkan korban ke rumah kerabat di Jawa Timur dengan harapan dapat menjauhkan dirinya dari lingkungan yang dianggap memperparah kecanduannya.
Namun upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Korban disebut tetap mengonsumsi minuman keras secara diam-diam.
Ketika dijemput keluarga untuk kembali ke Jepara, kondisi kesehatannya dikabarkan sudah sangat menurun.
Badri menuliskan bahwa korban mengalami gejala serius berupa keluarnya busa dari mulut yang diduga berkaitan dengan gangguan kesehatan akibat konsumsi alkohol berlebihan.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Jepara. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Bahaya Konsumsi Alkohol Berlebihan
Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya konsumsi alkohol secara berlebihan. Berbagai penelitian kesehatan menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati, gangguan saraf, penyakit jantung, hingga meningkatkan risiko gangguan mental dan kematian dini.
Selain dampak kesehatan, penyalahgunaan alkohol juga kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko kecelakaan, tindak kekerasan, hingga gangguan ketertiban umum.
Di Kabupaten Jepara sendiri, aparat kepolisian beberapa kali menggelar operasi penyakit masyarakat dengan menyita ratusan botol minuman keras dari berbagai lokasi sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Soroti Fenomena Orkes dan Peredaran Miras
Dalam unggahannya, Badri juga menyampaikan pandangan pribadinya mengenai hubungan antara peredaran minuman keras dan sejumlah kegiatan hiburan rakyat yang kerap menghadirkan kerumunan massa.
Ia menilai perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran minuman keras di sekitar lokasi hiburan agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
Namun demikian, hingga saat ini tidak terdapat data resmi yang menyimpulkan bahwa seluruh kegiatan orkes dangdut identik dengan pelanggaran hukum atau penyalahgunaan minuman keras. Yang menjadi perhatian utama adalah potensi penyalahgunaan alkohol yang dapat terjadi di berbagai lingkungan sosial apabila tidak diawasi dengan baik.
Beberapa kasus di Jepara memang pernah menyoroti insiden kriminal maupun gangguan keamanan yang terjadi setelah kegiatan hiburan rakyat, termasuk dugaan pengaruh minuman keras dalam sejumlah peristiwa yang ditangani aparat kepolisian.
Menjadi Pelajaran bagi Generasi Muda
Kisah tragis pengusaha mebel asal Jepara ini menjadi pengingat bahwa tekanan hidup, masalah keluarga, maupun kegagalan dalam hubungan rumah tangga memerlukan penanganan yang tepat.
Para pemerhati sosial menilai dukungan keluarga, lingkungan yang sehat, serta akses terhadap layanan konseling dan rehabilitasi menjadi faktor penting untuk mencegah seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan alkohol maupun zat adiktif lainnya.
Di tengah berkembangnya berbagai bentuk hiburan modern, masyarakat diingatkan agar tetap menjaga kesehatan fisik dan mental serta menghindari kebiasaan yang dapat merusak masa depan diri sendiri maupun keluarga.
***
SJ.
(Queensha Jepara, 3 Juni 2026)

Tinggalkan Balasan