Queensha.id – Jakarta,
Nama Rocky Gerung kembali menjadi sorotan publik setelah resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada 2 Oktober 2026. Penunjukan tersebut menandai babak baru perjalanan Rocky yang selama ini dikenal sebagai akademikus, filsuf, komentator politik, sekaligus intelektual publik.
Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959. Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI) dan selama sekitar 15 tahun mengajar di Departemen Ilmu Filsafat UI sebagai dosen tidak tetap.
Di lingkungan akademik, Rocky dikenal mengajar mata kuliah seperti Filsafat Politik, Seminar Teori Keadilan, dan Metode Penelitian Filsafat. Salah satu mahasiswa yang pernah dibimbingnya adalah aktris Dian Sastrowardoyo.
Pendiri Setara Institute
Selain mengajar, Rocky turut mendirikan Setara Institute pada 2005 bersama sejumlah tokoh nasional, termasuk Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Azyumardi Azra. Lembaga tersebut dikenal sebagai organisasi yang bergerak di bidang demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan sipil.
Ia juga pernah menjadi pengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) serta memberikan materi kepada perwira TNI dan Polri.
Pernah Aktif di Dunia Politik
Dalam perjalanan politiknya, Rocky pernah ikut mendirikan Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2002 bersama Sjahrir dan Nurmala Kartini Sjahrir. Meski demikian, ia tidak aktif dalam kepengurusan partai.
Pada 2011, Rocky bergabung dengan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) dan menjadi anggota Majelis Pertimbangan Partai.
Resmi Jadi Anggota Wantimpres
Pada 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.
Dalam susunan Wantimpres tersebut, Pratikno menjabat sebagai Ketua Dewan, sementara Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua.
Dikenal Sebagai Pengamat Politik
Nama Rocky Gerung semakin dikenal luas sejak sering tampil dalam berbagai forum diskusi dan acara televisi mulai 2017. Gaya penyampaiannya yang kritis, lugas, dan sarat analisis filsafat membuatnya menjadi salah satu pengamat politik yang banyak diperbincangkan di Indonesia.
Selain aktif berbicara mengenai demokrasi, politik, dan hak asasi manusia, Rocky juga banyak menulis artikel ilmiah mengenai Pancasila, feminisme, dan etika publik.
Gemar Mendaki Gunung
Di luar aktivitas akademik dan politik, Rocky memiliki hobi mendaki gunung yang telah dijalaninya selama puluhan tahun. Ia mengaku kerap melakukan pendakian secara solo, termasuk ke sejumlah gunung di luar negeri seperti kawasan Himalaya.
Menurut Rocky, mendaki gunung bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi cara menikmati alam dan merenungkan kehidupan.
Pernah Terlibat Kontroversi
Sepanjang kariernya sebagai intelektual publik, Rocky Gerung juga beberapa kali menjadi sorotan karena sejumlah pernyataannya yang memicu kontroversi. Meski demikian, ia tetap aktif menghadiri diskusi publik, seminar, hingga menjadi narasumber di berbagai media.
Hingga kini, Rocky Gerung tetap dikenal sebagai salah satu tokoh intelektual Indonesia yang memiliki pengaruh dalam diskursus politik, demokrasi, dan kehidupan berbangsa.
***
Sumber: Wiki.

Tinggalkan Balasan