Queensha.id – Edukasi Islam,

 

Rumah tangga merupakan salah satu nikmat sekaligus amanah besar dalam Islam. Namun, keharmonisan keluarga tidak lepas dari berbagai ujian, mulai dari persoalan ekonomi, kesibukan, hingga miskomunikasi. Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa setan selalu berusaha menimbulkan perselisihan agar hubungan suami istri retak.

Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan adalah riwayat Imam Muslim yang menjelaskan bahwa Iblis mengutus bala tentaranya untuk menebarkan fitnah di tengah manusia.

Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengutus bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya.” (HR. Muslim)

Dalam lanjutan hadis tersebut diceritakan bahwa Iblis merasa paling bangga kepada pengikutnya yang berhasil memisahkan hubungan suami dan istri. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa menjaga keutuhan rumah tangga merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

 

Setan Memanfaatkan Celah Kecil

Menurut para ulama, godaan setan tidak selalu datang dalam bentuk dosa besar. Sering kali, setan memanfaatkan persoalan kecil yang dibiarkan berlarut-larut, seperti tidak mau meminta maaf, enggan mendengarkan pasangan, mudah berprasangka, hingga memilih saling diam tanpa mencari jalan penyelesaian.

Dalam Islam, perbedaan pendapat antara suami dan istri adalah hal yang wajar. Yang menjadi persoalan adalah ketika konflik dibiarkan berkembang menjadi kebencian, permusuhan, dan hilangnya kasih sayang.

Allah SWT mengajarkan pentingnya musyawarah dan kelembutan dalam menyelesaikan persoalan keluarga. Firman Allah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 159 menyebutkan agar urusan diselesaikan dengan musyawarah dan sikap lemah lembut.

 

Jangan Membiarkan Konflik Berlarut

Islam juga mengajarkan agar seorang muslim tidak memelihara permusuhan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa apabila terhadap sesama muslim saja tidak dianjurkan saling mendiamkan lebih dari tiga hari, maka hubungan suami istri tentu lebih utama untuk segera diperbaiki melalui dialog, saling memaafkan, dan mencari solusi terbaik.

 

Pandangan Ulama Indonesia

Ulama Indonesia seperti Prof. KH. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa tujuan utama pernikahan adalah mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Hal itu hanya dapat terwujud apabila suami dan istri membangun komunikasi yang baik, saling menghormati, serta menjadikan kasih sayang sebagai landasan dalam menghadapi persoalan.

Sementara itu, almarhum Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub juga sering mengingatkan bahwa setan tidak selalu menggoda manusia melalui perkara besar, tetapi juga melalui sifat sombong, amarah, prasangka buruk, dan keengganan untuk saling memaafkan.

Ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah pada umumnya menekankan bahwa setiap perselisihan rumah tangga hendaknya diselesaikan dengan mengedepankan akhlak, musyawarah, serta nilai-nilai Islam, bukan dengan saling menyakiti atau memperturutkan ego.

 

Kunci Menjaga Rumah Tangga Menurut Islam

Islam mengajarkan bahwa benteng utama menghadapi godaan setan dalam rumah tangga bukan hanya kecukupan harta, tetapi juga kekuatan iman dan akhlak. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak zikir, menjaga salat, membaca Al-Qur’an, saling memaafkan, memperbaiki komunikasi, dan menunaikan hak serta kewajiban masing-masing.

Rumah yang dipenuhi ibadah, kasih sayang, dan tanggung jawab akan lebih kokoh menghadapi berbagai ujian kehidupan. Sebaliknya, ketika ego, amarah, dan prasangka buruk dibiarkan menguasai hati, perselisihan kecil dapat berkembang menjadi keretakan yang lebih besar.

Karena itu, Islam mengajarkan agar setiap pasangan suami istri tidak memberi ruang bagi setan untuk memecah belah keluarga. Membangun komunikasi yang baik, saling menghormati, serta menyelesaikan masalah dengan hikmah merupakan ikhtiar untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.