Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Jalan raya merupakan ruang bersama yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab oleh setiap pengguna jalan, baik anak muda maupun lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik, penglihatan, pendengaran, refleks, hingga daya konsentrasi seseorang dapat mengalami penurunan. Hal tersebut bukan berarti seluruh lansia tidak mampu mengendarai kendaraan bermotor, namun kondisi tersebut membuat mereka perlu lebih berhati-hati.

Tidak sedikit kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara lanjut usia terjadi karena berbagai faktor, seperti kurang memperhatikan kondisi sekitar, terlambat bereaksi, atau melakukan manuver tanpa memastikan situasi aman. Di sisi lain, kecelakaan juga dapat dipengaruhi oleh kesalahan pengguna jalan lain, kondisi kendaraan, maupun faktor lingkungan. Karena itu, penting untuk menghindari generalisasi bahwa penyebab kecelakaan selalu berasal dari lansia.

Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila dilakukan oleh siapa pun, termasuk pengendara lanjut usia.

1. Menyeberang atau Berbelok Tanpa Memastikan Kondisi Aman

Sebagian pengendara terkadang langsung berbelok atau menyeberang tanpa melihat kendaraan dari arah lain. Kebiasaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan tabrakan.

2. Tidak Menggunakan Lampu Sein

Lampu sein berfungsi memberi informasi kepada pengguna jalan lain. Ketika lampu sein tidak digunakan, pengendara di belakang sulit mengantisipasi arah kendaraan.

3. Berkendara Terlalu Pelan di Jalur Cepat

Mengendarai kendaraan jauh di bawah kecepatan arus lalu lintas tanpa alasan dapat membuat kendaraan lain harus mengerem atau menghindar secara mendadak.

4. Kurang Memperhatikan Spion

Spion merupakan alat penting untuk mengetahui kondisi kendaraan di belakang maupun samping. Mengabaikannya dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berpindah jalur.

5. Menganggap Sudah Berpengalaman Sehingga Terlalu Percaya Diri

Pengalaman memang penting, tetapi kondisi fisik dan lalu lintas terus berubah. Terlalu percaya diri dapat membuat seseorang mengabaikan prosedur keselamatan.

6. Refleks Mulai Menurun

Seiring bertambahnya usia, waktu reaksi terhadap pengereman, kendaraan yang tiba-tiba muncul, atau perubahan kondisi jalan dapat menjadi lebih lambat.

7. Memaksakan Berkendara Saat Kondisi Tubuh Kurang Fit

Pusing, mengantuk, nyeri sendi, atau pengaruh obat-obatan dapat mengurangi konsentrasi. Sebaiknya tidak mengendarai kendaraan jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

8. Tidak Menggunakan Perlengkapan Keselamatan

Helm berstandar SNI yang dipasang dengan benar, jaket, dan alas kaki yang sesuai dapat mengurangi risiko cedera saat terjadi kecelakaan.

9. Kurang Memperhatikan Rambu dan Marka Jalan

Rambu lalu lintas dibuat untuk menjaga ketertiban dan keselamatan. Mengabaikannya dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

10. Tetap Berkendara Jarak Jauh Meski Kemampuan Sudah Berkurang

Perjalanan jauh membutuhkan konsentrasi tinggi dan stamina yang baik. Jika kemampuan fisik sudah menurun, lebih aman meminta bantuan anggota keluarga atau menggunakan transportasi lain.

Peran Anak dan Keluarga Sangat Penting

Anak maupun anggota keluarga memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan orang tua yang sudah lanjut usia. Pendekatan yang baik bukan dengan melarang secara keras atau merendahkan kemampuan mereka, melainkan melalui komunikasi yang penuh hormat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
  • Memastikan kondisi kesehatan orang tua masih layak untuk berkendara.
  • Membantu melakukan servis kendaraan secara berkala.
  • Menyarankan menggunakan transportasi umum atau diantar keluarga jika kondisi fisik sudah menurun.
  • Mengajak orang tua beristirahat apabila perjalanan cukup jauh.
  • Mengingatkan penggunaan helm dan perlengkapan keselamatan setiap kali berkendara.
  • Menjelaskan bahwa keselamatan lebih penting daripada rasa gengsi atau keinginan untuk tetap terlihat mampu.

Tata Tertib Berkendara yang Harus Dipatuhi Semua Pengguna Jalan

Keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab lansia, melainkan seluruh pengguna jalan. Beberapa aturan dasar yang harus dipatuhi antara lain:

  • Mematuhi rambu dan lampu lalu lintas.
  • Menggunakan helm SNI.
  • Tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.
  • Menyalakan lampu sein sebelum berbelok.
  • Menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
  • Mengurangi kecepatan di kawasan padat penduduk, sekolah, dan pasar.
  • Tidak memaksakan berkendara saat lelah atau mengantuk.
  • Selalu menghormati pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.

Keselamatan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Masyarakat perlu membangun budaya saling menghargai di jalan. Lansia berhak tetap beraktivitas selama kondisi fisik dan mentalnya memungkinkan, sementara keluarga dapat membantu dengan memberikan pendampingan dan masukan secara bijaksana. Di sisi lain, pengendara yang lebih muda juga perlu bersabar, tidak terpancing emosi, dan tetap mengutamakan keselamatan ketika berinteraksi dengan pengendara lanjut usia.

Dengan meningkatnya kesadaran seluruh pengguna jalan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan setiap perjalanan menjadi lebih aman bagi semua kalangan.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.