Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Belakangan ini beredar informasi yang menyebut bahwa pria yang berejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan pria yang hanya berejakulasi 4–7 kali dalam sebulan. Informasi tersebut menarik perhatian karena didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah.

Namun, benarkah ejakulasi yang lebih sering dapat mencegah kanker prostat? Berikut penjelasan berdasarkan bukti ilmiah.

Penelitian Menemukan Hubungan dengan Risiko Kanker Prostat yang Lebih Rendah

Salah satu penelitian besar yang dipublikasikan dalam jurnal European Urology menemukan bahwa pria yang melaporkan ejakulasi sebanyak 21 kali atau lebih setiap bulan memiliki risiko terkena kanker prostat sekitar 20% hingga 31% lebih rendah dibandingkan pria yang hanya berejakulasi 4–7 kali per bulan.

Penelitian ini mengamati ribuan pria selama bertahun-tahun sehingga memberikan gambaran mengenai hubungan antara frekuensi ejakulasi dan kesehatan prostat.

Frekuensi Ejakulasi Mencakup Berbagai Cara

Dalam penelitian tersebut, yang dimaksud ejakulasi tidak hanya melalui hubungan seksual dengan pasangan.

Frekuensi tersebut juga mencakup:

  • Hubungan intim.
  • Masturbasi.
  • Mimpi basah (ejakulasi saat tidur).

Dengan demikian, seluruh bentuk ejakulasi dihitung dalam penelitian.

Mengapa Diduga Dapat Menurunkan Risiko?

Para peneliti menduga bahwa ejakulasi secara rutin membantu mengeluarkan cairan dari kelenjar prostat.

Proses ini diperkirakan dapat membantu mengurangi penumpukan zat-zat sisa yang berpotensi memicu peradangan atau mengandung senyawa yang dapat meningkatkan risiko kerusakan sel.

Meski demikian, mekanisme biologis ini masih terus diteliti sehingga belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Hubungan Ini Masih Berupa Korelasi

Hal yang perlu dipahami masyarakat adalah penelitian tersebut hanya menunjukkan hubungan (korelasi), bukan hubungan sebab-akibat.

Artinya, penelitian belum dapat membuktikan bahwa ejakulasi sebanyak 21 kali setiap bulan secara langsung mencegah kanker prostat.

Kemungkinan terdapat faktor lain yang turut berpengaruh, seperti pola hidup sehat, aktivitas fisik, berat badan ideal, maupun kondisi kesehatan secara umum.

Angka 21 Kali Bukan Kewajiban Medis

Dokter menegaskan bahwa angka 21 kali per bulan bukanlah standar medis yang wajib dipenuhi oleh setiap pria.

Frekuensi ejakulasi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Usia.
  • Kondisi hormon.
  • Status kesehatan.
  • Kondisi psikologis.
  • Hubungan dengan pasangan.
  • Gaya hidup.

Setiap pria memiliki kebutuhan seksual yang berbeda sehingga tidak perlu memaksakan diri hanya untuk mengejar angka tertentu.

Faktor Risiko Kanker Prostat Tetap Harus Diperhatikan

Selain frekuensi ejakulasi, terdapat faktor-faktor yang terbukti lebih kuat memengaruhi risiko kanker prostat, di antaranya:

  • Bertambahnya usia.
  • Riwayat keluarga dengan kanker prostat.
  • Faktor genetik.
  • Obesitas.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Pola makan yang kurang sehat.

Karena itu, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, serta membatasi konsumsi alkohol tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan prostat.

Pemeriksaan Rutin Tetap Menjadi Kunci

Bagi pria, terutama yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada dokter, termasuk dokter spesialis urologi bila diperlukan, merupakan langkah yang dianjurkan.

Deteksi dini dapat membantu menemukan gangguan prostat lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang berejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki hubungan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan pria yang lebih jarang berejakulasi. Namun, temuan tersebut merupakan korelasi, bukan bukti bahwa ejakulasi rutin pasti dapat mencegah kanker prostat.

Menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap menjadi cara utama untuk menjaga kesehatan prostat dan mengurangi risiko berbagai penyakit.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.