Queensha.id – Jepara,

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menyasar SD Negeri Kauman dan SMP Negeri 3 Jepara.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Ratib Zaini meninjau hasil revitalisasi kedua sekolah tersebut pada Jumat (16/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Kepala BBPMP Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, mengatakan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang layak.

“Terima kasih Bapak Presiden atas kebijakannya. Semoga ini memotivasi kita semua,” ujar Nugraheni.

Ia juga mengimbau sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan revitalisasi agar segera melengkapi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penting bagi Disdikpora dalam memetakan kebutuhan serta menentukan sekolah yang diprioritaskan menerima bantuan.

Nugraheni menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik bangunan, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

“Semoga program revitalisasi ini tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga membuat proses belajar mengajar menjadi lebih inovatif dan menyenangkan,” katanya.

Menurutnya, potensi budaya lokal juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran. Di Kabupaten Jepara, misalnya, seni ukir dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para peserta didik.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa pelaksanaan revitalisasi di kedua sekolah berjalan dengan baik.

Di SD Negeri Kauman, revitalisasi meliputi pembangunan satu ruang perpustakaan yang sebelumnya belum tersedia, perbaikan atap ruang kelas, pembaruan fasad bangunan, hingga penataan halaman sekolah.

Sedangkan di SMP Negeri 3 Jepara, revitalisasi mencakup 11 ruang kelas. Hajar menjelaskan bahwa pada awalnya hanya lima ruang kelas yang direncanakan untuk diperbaiki. Namun, setelah diketahui masih tersedia alokasi anggaran yang dapat dimanfaatkan, cakupan pekerjaan diperluas menjadi 11 ruang kelas.

Seluruh ruang kelas tersebut kini menggunakan atap berbahan uPVC, yang dinilai lebih awet, ringan, dan mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.

“Semoga ini menjadi catatan baik bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga ke depan upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dapat semakin dimudahkan,” ujar Hajar.

Pemkab Jepara menegaskan akan terus mengupayakan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di berbagai sekolah. Melalui Disdikpora, pemerintah daerah akan mengajukan bantuan revitalisasi bagi sekolah-sekolah lain yang membutuhkan agar tercipta lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, aman, serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jepara.

 

***

Sumber: Diskominfo Jepara.