Queensha.id – Jepara,
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Kabupaten Jepara di kancah internasional. Dua atlet sepak takraw Jepara, M. Ubaidur Rohman dan Dini Mitasari, berhasil menyumbangkan empat medali untuk Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
M. Ubaidur Rohman, atlet kelahiran Jepara, 15 Maret 2008, asal Desa Gidangelo, Kecamatan Welahan, berhasil meraih medali perak pada nomor quadrant event putra serta medali perunggu pada nomor tim regu putra.
Sementara itu, Dini Mitasari, atlet asal Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan, kelahiran 13 Januari 1994, turut menyumbangkan dua medali perunggu melalui nomor quadrant event putri dan tim regu putri.
Dengan capaian tersebut, kedua atlet asal Jepara ini berhasil mempersembahkan satu medali perak dan tiga medali perunggu bagi kontingen Indonesia.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet Kabupaten Jepara mampu bersaing dengan para atlet terbaik dari berbagai negara di ajang olahraga multicabang terbesar di Asia.
Bupati Jepara Berikan Apresiasi
Sepulang dari Jepang, Ubaidur Rohman dan Dini Mitasari diterima langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026). Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jepara.
Mas Wiwit menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas perjuangan kedua atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia sekaligus Kabupaten Jepara.
“Selamat dan sukses kepada Mbak Dini dan Mas Ubaid yang sudah berjuang di ajang Asian Games di Jepang serta mempersembahkan medali untuk Indonesia dan mengharumkan Kabupaten Jepara,” ujar Mas Wiwit.
Dalam suasana penuh keakraban, Mas Wiwit juga sempat bertanya kepada Dini Mitasari mengenai rencananya sebagai atlet.
Dini menjawab dengan tegas bahwa dirinya akan terus berjuang selama masih mampu bertanding.
Menanggapi jawaban tersebut, Mas Wiwit melontarkan candaan.
“Cristiano Ronaldo saja usianya sudah 40 tahun, tetapi tetap main sepak bola,” ucapnya sambil tersenyum.
Pembinaan Atlet Jepara Dinilai Berhasil
Ketua PSTI Jepara, Ary Bachtiar, menilai keberhasilan atlet Jepara meraih medali di Asian Games merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini.
Menurutnya, latihan yang disiplin dan sistem pembinaan yang baik menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berprestasi hingga level internasional.
Ia berharap regenerasi atlet sepak takraw di Jepara terus berjalan sehingga prestasi serupa dapat terus dipertahankan di masa mendatang.
“Harapan kami, teman-teman atlet sepak takraw di Jepara tetap berlatih dengan semangat dan disiplin,” katanya.
Persiapan Intensif Menuju Asian Games
Dini Mitasari mengungkapkan bahwa persiapan menuju Asian Games 2026 berlangsung selama dua bulan 15 hari melalui pemusatan latihan nasional di Parepare, Sulawesi Selatan.
Ia mengaku sempat menargetkan bisa menembus babak final. Meski hasil akhirnya belum sesuai harapan, raihan medali tetap menjadi kebanggaan tersendiri.
Menurut Dini, dukungan masyarakat Jepara melalui media sosial menjadi motivasi besar bagi dirinya dan rekan-rekan atlet.
Ia pun berpesan kepada generasi muda yang menekuni olahraga sepak takraw agar tidak mudah puas.
“Kepada adik-adik saya di sepak takraw, teruslah berlatih dan berprestasi, jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih,” tegasnya.
Prestasi Ubaidur Rohman dan Dini Mitasari menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Kabupaten Jepara mampu melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah sekaligus Indonesia di panggung olahraga internasional.
***
Sumber: Diskominfo Jepara/STY.

Tinggalkan Balasan