Queensha.id – Edukasi Sosial,
Kemajuan teknologi telah mengubah cara manusia memperoleh ilmu pengetahuan. Jika dahulu seseorang harus mencari buku di perpustakaan atau mengikuti pelatihan dengan biaya mahal, kini berbagai informasi dapat diakses hanya melalui telepon genggam yang terhubung ke internet.
Kesempatan tersebut dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal, terutama oleh generasi muda yang menjadi harapan bangsa di masa depan. Di tengah kemudahan mengakses informasi, tantangan terbesar justru datang dari kebiasaan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang produktif.
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, mengajak anak muda untuk mulai mengubah pola pikir dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar serta meningkatkan kualitas diri.
“Sekarang mencari ilmu itu sangat mudah. Tinggal ketik apa yang ingin dipelajari melalui mesin pencari seperti Google, kemudian baca berbagai referensi yang tersedia. Jangan sampai teknologi yang seharusnya membuat kita semakin pintar justru hanya dipakai untuk hiburan semata,” ujar Purnomo Wardoyo, Kamis (6/8/2026).
Nongkrong Boleh, Tetapi Harus Tahu Waktu
Menurutnya, berkumpul bersama teman bukanlah hal yang salah. Namun, aktivitas tersebut harus dilakukan secara seimbang dengan waktu untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan kemampuan.
“Nongkrong boleh saja, karena manusia juga membutuhkan hiburan dan mempererat persahabatan. Tetapi jangan sampai setiap hari hanya bercanda tanpa tujuan, sementara kesempatan belajar dan bekerja justru terlewatkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap orang harus mampu mengatur prioritas. Ada waktunya bekerja keras untuk meraih cita-cita, dan ada waktunya beristirahat bersama teman maupun keluarga.
Pilih Lingkungan Pergaulan yang Positif
Purnomo menilai lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap karakter dan masa depan seseorang.
Ia mendorong generasi muda untuk memperluas jaringan dengan orang-orang yang lebih berpengalaman, memiliki wawasan luas, serta telah berhasil di bidangnya.
“Kalau ada kesempatan bergaul dengan orang yang lebih senior, pengusaha, profesional, atau orang-orang yang memiliki pengalaman hidup, manfaatkan kesempatan itu. Jangan malu bertanya dan belajar dari pengalaman mereka,” jelasnya.
Pepatah yang Masih Relevan
Purnomo mengutip sejumlah pepatah yang menggambarkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan.
“Kalau berkumpul dengan penjual ikan, kita akan mencium bau ikan. Berkumpul dengan orang yang gemar mabuk, besar kemungkinan akan diajak mabuk. Sebaliknya, jika berkumpul dengan orang-orang sukses, kita akan termotivasi untuk menjadi pribadi yang sukses. Begitu pula jika sering bersama orang-orang yang dewasa dalam berpikir, perlahan kita akan belajar menjadi lebih bijaksana.”
Menurutnya, pepatah tersebut bukan berarti hasil hidup seseorang ditentukan sepenuhnya oleh lingkungan, tetapi lingkungan dapat memberi pengaruh besar terhadap kebiasaan, pola pikir, dan motivasi seseorang.
Kesuksesan Dimulai dari Kemauan Berubah
Purnomo menegaskan bahwa hampir setiap orang menginginkan kehidupan yang lebih baik.
Tidak ada yang bercita-cita hidup dalam kesulitan atau tetap berada dalam kebodohan. Karena itu, perubahan harus dimulai dari diri sendiri melalui kemauan belajar, bekerja keras, disiplin, dan tidak mudah menyerah.
“Kalau jutaan orang mampu mengubah hidupnya menjadi lebih baik, mengapa kita tidak mencoba melakukan hal yang sama? Kesuksesan memang tidak datang secara instan, tetapi peluang selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan bekerja keras,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa anak muda yang pernah melakukan kesalahan bukan berarti masa depannya telah berakhir. Selama memiliki kemauan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, kesempatan meraih kesuksesan tetap terbuka lebar.
Manfaatkan Kesempatan Selagi Masih Muda
Di era digital saat ini, akses terhadap ilmu pengetahuan semakin mudah dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang dimiliki.
Belajar dari pengalaman orang sukses, memperluas wawasan, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta memanfaatkan teknologi untuk mencari ilmu menjadi langkah penting dalam membangun masa depan.
Sebab pada akhirnya, masa depan seseorang tidak hanya ditentukan oleh keberuntungan, tetapi juga oleh pilihan, kebiasaan, dan usaha yang dilakukan setiap hari.
***
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan