Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Sebuah gambar bertajuk “Ciri-Ciri Anak Dalam Kitab Fathul Izzar” ramai beredar di media sosial. Dalam gambar tersebut terdapat sejumlah klaim yang dikaitkan dengan karakter maupun nasib seorang anak.

Berikut isi tulisan yang terdapat pada gambar tersebut:

  • Lahir pagi: Hidupnya ringan.
  • Lahir Maghrib–Isya: Hidupnya berat.
  • Sering menangis: Tidak suka namanya.
  • Menangis tengah malam: Minta rezeki untuk orang tuanya.
  • Dekat dengan ayah: Kemauannya tinggi.
  • Lahir hari Jumat: Lambang tanah.
  • Lahir hari Jumat: Lambang emas.
  • Anak bodoh: Kelak paling berguna.
  • Dimanja berlebihan: Kelak dewasa suka ngelunjak.

Narasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat, apakah benar semua klaim tersebut berasal dari ajaran Islam dan dapat dijadikan pegangan?

 

Mengenal Kitab Fathul Izzar

Kitab Fathul Izzar (sering juga ditulis Fathul Izar/Fathul Izhar) dikenal sebagai kitab yang membahas adab hubungan suami istri, etika rumah tangga, serta berbagai pendapat ulama mengenai kehidupan keluarga. Kitab ini merupakan karya ulama, bukan Al-Qur’an maupun kitab hadis.

Karena merupakan karya manusia, isi kitab tidak memiliki kedudukan yang sama dengan dalil yang bersumber langsung dari Al-Qur’an dan hadis sahih.

 

Benarkah Klaim Itu Sesuai Islam?

Sejumlah ulama mengingatkan agar masyarakat tidak langsung mempercayai klaim-klaim mengenai nasib atau sifat anak hanya berdasarkan waktu lahir, hari kelahiran, maupun kebiasaan tertentu.

Pendakwah Buya Yahya, misalnya, pernah menjelaskan bahwa berbagai klaim seperti hubungan waktu berhubungan suami istri atau waktu kelahiran dengan kepastian sifat anak bukan bagian dari ajaran Islam yang memiliki dalil kuat. Menurutnya, hal-hal semacam itu tidak boleh diyakini sebagai kebenaran pasti tanpa dasar Al-Qur’an dan hadis yang sahih.

Dalam Islam, yang menentukan kemuliaan seseorang adalah iman, takwa, amal saleh, pendidikan, dan usaha, bukan semata-mata hari atau jam kelahirannya.

 

Bagaimana dengan Anak yang Menangis Tengah Malam?

Salah satu tulisan yang paling banyak menarik perhatian adalah klaim bahwa “anak menangis tengah malam berarti meminta rezeki untuk orang tuanya.”

Hingga kini, tidak ditemukan dalil sahih yang menyatakan demikian.

Secara medis, bayi menangis pada malam hari umumnya disebabkan oleh rasa lapar, popok basah, gangguan tidur, kolik, atau ketidaknyamanan lainnya. Dari sisi Islam, orang tua dianjurkan membaca doa perlindungan, tetapi tidak dianjurkan meyakini klaim yang tidak memiliki dasar syariat.

 

Islam Melarang Memastikan Nasib Seseorang Tanpa Dalil

Islam mengajarkan bahwa perkara rezeki, umur, jodoh, dan takdir berada di bawah kehendak Allah SWT.

Karena itu, menetapkan bahwa seseorang akan hidup berat hanya karena lahir saat Maghrib atau akan menjadi tertentu karena lahir di hari tertentu tidak memiliki landasan yang kuat dalam syariat.

Tradisi atau pendapat ulama boleh dipelajari sebagai bagian dari khazanah keilmuan, tetapi tidak boleh disamakan dengan ajaran yang pasti berasal dari Al-Qur’an dan hadis sahih.

 

Jadi, gambar viral mengenai “Ciri-Ciri Anak Dalam Kitab Fathul Izzar” berisi berbagai klaim yang beredar luas di media sosial. Namun, hingga saat ini tidak ada dalil sahih yang menetapkan bahwa waktu lahir, hari lahir, atau kebiasaan menangis anak dapat memastikan nasib maupun karakternya.

Dalam pandangan Islam, umat dianjurkan menjadikan Al-Qur’an dan hadis sahih sebagai pedoman utama. Sementara isi kitab karya ulama dapat dipelajari sebagai pendapat atau khazanah keilmuan, tetapi tidak boleh diyakini secara mutlak apabila tidak didukung dalil yang kuat.

 

***

Sumber: Akun Facebook.

Penulis: Vico Rahman.