Queensha.id – Jakarta,

 

Di tengah sorotan publik terhadap kualitas kepemimpinan di berbagai sektor, sebuah pandangan tajam datang dari CEO UIPM Indonesia, Rantastia Nur Alangan.

 

Ia menegaskan bahwa esensi kepemimpinan sejati tidak terletak pada kekuasaan, melainkan pada pengabdian tanpa batas kepada rakyat.

 

Menurutnya, pemimpin yang amanah tidak pernah merasa cukup sebelum keadilan dan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia hadir bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dengan sepenuh hati.

“Pemimpin itu tidak meninggikan diri, tetapi justru mengangkat derajat sesama. Ia bersifat universal, tidak membeda-bedakan siapa pun, karena kemanusiaan tidak mengenal sekat,” tegas Rantastia dalam keterangannya, Rabu (14/4/2026).

 

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan bijaksana dalam memimpin. Seorang pemimpin, lanjutnya, tidak seharusnya memaksakan kehendak, melainkan membimbing, mengajak tanpa tekanan, dan memimpin tanpa penindasan.

Dalam situasi penuh tekanan sekalipun, karakter pemimpin diuji.

Rantastia menilai, pemimpin yang sejati akan tetap tenang saat dihina dan tetap teguh saat dicaci. Hal ini karena yang dijaga bukanlah ego pribadi, melainkan amanah besar yang dititipkan oleh Tuhan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah tentang bagaimana seseorang dihormati, tetapi tentang seberapa besar arti yang mampu ia berikan bagi orang lain.

 

“Dari situlah lahir kepemimpinan yang membawa cahaya bagi umat, bagi dunia, dan bagi masa depan,” pungkasnya.

Pandangan ini menjadi refleksi penting di tengah dinamika sosial dan politik saat ini, sekaligus pengingat bahwa jabatan sejatinya adalah tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan integritas dan empati.

***
(Redaksi Queensha Jepara | 14 April 2026)