Queensha.id – Jepara,
Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pemerintah Kabupaten Jepara kembali diperkuat melalui pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Kedungleper. Program terpadu tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh berbagai aspek sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, S.Sos., mengatakan TMMD Sengkuyung III dirancang dengan mengedepankan keseimbangan antara pembangunan fisik dan nonfisik sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Jepara.
“Kami ingin memastikan manfaat TMMD benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, pembangunan fisik kami padukan dengan kegiatan sosial dan edukasi sehingga dampaknya lebih luas,” ujar Letkol Arm Ranna, Rabu (15/7/2026).
Bangun Jalan Rabat Beton dan Rehabilitasi RTLH
Pada sasaran fisik, TMMD Sengkuyung III melaksanakan pembangunan rabat beton di dua titik untuk meningkatkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, program tersebut juga melakukan rehabilitasi tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kedungleper.
Penyuluhan, Donor Darah hingga Wawasan Kebangsaan
Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang melibatkan sejumlah instansi.
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kepada masyarakat, donor darah, pelayanan sosial, edukasi kesehatan, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
Melalui program ini, TNI berharap mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Menurut Letkol Arm Ranna, TMMD menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan desa, serta percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
TNI Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0719/Jepara juga mengungkapkan rencana penguatan peran TNI melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Satuan baru ini nantinya tidak hanya memiliki kemampuan tempur, tetapi juga didukung personel yang memiliki keahlian di bidang konstruksi, kesehatan, peternakan, pertanian, hingga perikanan.
“Dengan konsep tersebut, TNI tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga membantu menjawab kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Pemkab Jepara Targetkan 900 RTLH Direhabilitasi
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit menegaskan Pemerintah Kabupaten Jepara terus mempercepat penanganan rumah tidak layak huni melalui kolaborasi berbagai pihak.
Pada tahun 2026, Pemkab Jepara menargetkan sekitar 900 unit RTLH dapat direhabilitasi. Program tersebut didukung pembiayaan dari pemerintah pusat sekitar 400 unit, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sekitar 100 unit, serta dukungan Baznas dan APBD Kabupaten Jepara.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Dari sekitar 9.000 rumah tidak layak huni yang pernah terdata, saat ini masih terdapat sekitar 8.000 unit yang membutuhkan penanganan secara bertahap.
“Penyelesaiannya memang tidak bisa sekaligus, tetapi kami terus berupaya agar setiap tahun jumlah RTLH di Jepara semakin berkurang melalui kolaborasi semua pihak,” kata Mas Wiwit.
Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Jepara
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Jepara juga menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.
Mas Wiwit menegaskan pemerintah berkomitmen membantu seluruh anak agar tetap memperoleh akses pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Jangan sampai ada anak putus sekolah gara-gara biaya. Kami akan tanggung semuanya,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat bersama berbagai program pendidikan lainnya menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Wujud Nyata Kolaborasi Bangun Desa
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Kedungleper menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Jepara, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses layanan masyarakat, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan yang berkelanjutan bagi warga Kabupaten Jepara.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan