Queensha.id – Jepara,
Portal media online Queensha.id mengucapkan Selamat Hari Bidan Nasional kepada seluruh bidan di Indonesia yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, dan keluarga.
Di balik tangis pertama seorang bayi yang lahir ke dunia, terdapat tangan-tangan terampil para bidan yang bekerja dengan penuh dedikasi. Tak hanya membantu proses persalinan, bidan juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil, memberikan edukasi kesehatan reproduksi, hingga menekan angka kematian ibu dan bayi.
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai profesi bidan merupakan salah satu profesi kemanusiaan yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Bidan adalah sahabat keluarga. Mereka hadir sejak masa kehamilan, persalinan hingga tumbuh kembang anak. Karena itu profesi bidan harus mendapatkan penghormatan dan dukungan dari masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Sejarah Bidan di Indonesia
Perjalanan profesi bidan di Indonesia telah dimulai sejak masa kolonial Belanda. Pendidikan kebidanan pertama kali diperkenalkan pada pertengahan abad ke-19 untuk membantu pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Seiring perkembangan zaman, profesi bidan semakin dibutuhkan terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap dokter spesialis kandungan.
Saat ini bidan menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan nasional dan tergabung dalam organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang berdiri sejak tahun 1951.
Apa Perbedaan Bidan dan Perawat?
Masyarakat sering kali menganggap bidan dan perawat memiliki tugas yang sama. Padahal keduanya memiliki kompetensi dan ruang lingkup pelayanan yang berbeda.
Bidan
- Fokus pada kesehatan reproduksi perempuan.
- Pelayanan kehamilan dan persalinan.
- Perawatan ibu nifas.
- Pelayanan keluarga berencana (KB).
- Pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.
Perawat
- Memberikan pelayanan keperawatan umum.
- Merawat pasien berbagai usia.
- Membantu tindakan medis dokter.
- Pemantauan kondisi pasien rawat inap maupun rawat jalan.
- Pelayanan kesehatan umum di rumah sakit maupun puskesmas.
Apa Tugas Bidan di Rumah Sakit dan Puskesmas?
Tugas bidan sangat luas dan menyentuh berbagai aspek kesehatan masyarakat.
Di antaranya:
- Memeriksa kondisi ibu hamil.
- Membantu proses persalinan normal.
- Memberikan edukasi kesehatan reproduksi.
- Melakukan pelayanan KB.
- Memantau kesehatan ibu pasca melahirkan.
- Memantau tumbuh kembang bayi dan balita.
- Melakukan imunisasi tertentu sesuai kewenangan.
- Memberikan konseling kesehatan keluarga.
Untuk Menjadi Bidan Harus Sekolah Apa?
Seseorang yang ingin menjadi bidan harus menempuh pendidikan kebidanan yang telah terakreditasi.
Jalur pendidikan yang umum ditempuh antara lain:
- D3 Kebidanan.
- Sarjana Kebidanan (S1).
- Profesi Bidan.
- Pendidikan lanjutan Magister Kebidanan.
Setelah lulus, calon bidan harus memenuhi ketentuan kompetensi dan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
Seperti Apa Bidan yang Profesional?
Profesionalisme menjadi kunci utama dalam pelayanan kesehatan.
Seorang bidan profesional harus memiliki:
- Sikap ramah dan empati.
- Mengutamakan keselamatan pasien.
- Menjaga kerahasiaan pasien.
- Komunikasi yang baik.
- Disiplin dan bertanggung jawab.
- Tidak membeda-bedakan pasien.
- Terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan.
Batas Usia Bidan Sampai Umur Berapa?
Bidan dapat menjalankan profesinya selama masih memenuhi ketentuan kesehatan, kompetensi, dan aturan kepegawaian yang berlaku.
Untuk bidan Aparatur Sipil Negara (ASN), usia pensiun umumnya mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku. Sementara bidan praktik mandiri dapat tetap memberikan pelayanan selama memiliki izin praktik yang sah dan kondisi fisiknya memungkinkan.
Apa Larangan Bagi Seorang Bidan?
Dalam menjalankan profesi, bidan memiliki kode etik dan aturan yang wajib dipatuhi.
Beberapa larangan antara lain:
- Melakukan tindakan di luar kompetensinya.
- Membocorkan rahasia pasien.
- Menolak pasien tanpa alasan yang dapat dibenarkan.
- Melakukan diskriminasi pelayanan.
- Memberikan informasi palsu kepada pasien.
- Melanggar kode etik profesi.
Apakah Bidan Memiliki Jenjang Karier?
Ya. Profesi bidan memiliki jenjang karier yang cukup luas.
Mulai dari:
- Bidan pelaksana.
- Bidan koordinator.
- Kepala ruang kebidanan.
- Pengelola program kesehatan.
- Dosen kebidanan.
- Peneliti kesehatan.
- Konsultan kebidanan.
- Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan.
Apakah Bidan Harus Perempuan?
Secara historis dan praktik di Indonesia, profesi bidan identik dengan perempuan karena berkaitan erat dengan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan persalinan.
Namun pada prinsipnya, kompetensi kesehatan ditentukan oleh pendidikan, keterampilan, dan regulasi yang berlaku, bukan semata-mata jenis kelamin. Ketentuan mengenai praktik kebidanan mengikuti aturan pendidikan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Apakah Bidan Juga Disumpah Seperti Dokter?
Ya. Sebelum menjalankan profesinya, bidan juga mengucapkan sumpah atau janji profesi.
Sumpah tersebut berisi komitmen untuk menjalankan tugas secara profesional, menjaga etika, mengutamakan keselamatan pasien, dan mengabdikan diri bagi kemanusiaan.
Jika Menemukan Bidan yang Judes atau Tidak Ramah, Apa yang Harus Dilakukan?
Pelayanan kesehatan yang baik harus mengedepankan keramahan dan empati.
Jika masyarakat menemukan pelayanan yang dianggap kurang baik, langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menyampaikan keluhan secara sopan kepada yang bersangkutan.
- Menghubungi manajemen rumah sakit atau puskesmas.
- Menggunakan saluran pengaduan resmi fasilitas kesehatan.
- Melaporkan kepada instansi terkait apabila terdapat pelanggaran pelayanan atau etika profesi.
Namun masyarakat juga diharapkan tetap menyampaikan kritik secara objektif dan santun agar dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan.
Menghormati Profesi yang Menyelamatkan Generasi Bangsa
Hari Bidan Nasional menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi para bidan yang setiap hari bekerja melayani masyarakat, sering kali dalam situasi yang penuh tekanan dan tanggung jawab besar.
Dari kota hingga pelosok desa, bidan terus menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kehadiran mereka bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian kemanusiaan demi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.
***
- bidan Jepara
- bidan profesional pelayanan kesehatan ibu dan anak
- cara menjadi bidan
- Hari Bidan Nasional 2026
- Ikatan Bidan Indonesia
- jenjang karier bidan
- kode etik bidan
- perbedaan bidan dan perawat
- profesi bidan Indonesia
- sejarah bidan di Indonesia
- sekolah bidan jurusan apa
- sumpah profesi bidan
- tugas bidan di puskesmas
- tugas bidan di rumah sakit

Tinggalkan Balasan