Queensha.id – Jepara,

 

Bagi masyarakat yang sering bepergian dari Kabupaten Jepara menuju Kabupaten Demak atau sebaliknya, tentu sudah tidak asing dengan jembatan penghubung yang berada di perbatasan kedua wilayah tersebut.

Jembatan yang berada di Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara ini menjadi salah satu akses vital penghubung Jepara dan Demak. Namun, hingga kini kondisinya masih sama seperti puluhan tahun lalu, yakni memiliki badan jembatan yang sempit dan hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat secara bergantian.

Akibatnya, setiap kali dua kendaraan datang dari arah berlawanan, para pengendara harus sabar mengantre agar tidak terjadi kemacetan maupun saling berhadapan di tengah jembatan.

Pemandangan antrean kendaraan pun menjadi hal yang biasa terjadi, terutama pada jam-jam sibuk, akhir pekan, maupun musim libur ketika arus lalu lintas meningkat.

Selain itu, masyarakat juga sudah akrab dengan keberadaan warga yang membantu mengatur keluar masuk kendaraan agar lalu lintas tetap lancar. Para pengemudi biasanya memberikan uang sukarela sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 sebagai bentuk apresiasi atas bantuan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, jembatan ini telah dibangun sejak tahun 1984 dan hingga saat ini belum mengalami pelebaran yang signifikan. Padahal, volume kendaraan yang melintas terus meningkat setiap tahunnya.

 

Warga Berharap Jembatan Segera Diperlebar

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kalau kendaraan dari dua arah datang bersamaan ya harus gantian. Sudah dari dulu seperti itu. Warga biasanya membantu mengatur supaya tidak macet di tengah jembatan. Kami berharap pemerintah bisa segera memperlebar jembatan karena sekarang kendaraan sudah jauh lebih ramai dibanding dulu,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Warga lainnya menambahkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat penting sebagai jalur ekonomi dan mobilitas masyarakat antara Jepara dan Demak.

“Setiap hari banyak kendaraan pribadi, truk, sampai mobil angkutan yang lewat sini. Kalau jembatannya diperlebar tentu perjalanan akan lebih aman, nyaman, dan tidak perlu antre lama,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan yang telah berusia lebih dari empat dekade tersebut. Dengan pelebaran atau pembangunan jembatan baru, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar, risiko kemacetan berkurang, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Jepara dan Demak semakin meningkat.

 

***

Sumber: Muin.

Penulis: Vico Rahman.