Queensha.id – Edukasi Islam, 

 

 

Setiap Hari Raya Idul Adha, pemandangan hewan kurban seperti sapi, kambing, kerbau, maupun unta yang bergerak kejang setelah disembelih sering membuat sebagian masyarakat merasa iba bahkan takut.

Tak sedikit pula yang bertanya-tanya, mengapa hewan kurban masih bergerak dan terlihat seperti kesakitan saat proses penyembelihan berlangsung? Bahkan ada yang mempertanyakan, mengapa Allah SWT tidak memberikan kekuatan kepada hewan agar tidak merasa sakit ketika disembelih.

Pertanyaan tersebut kembali ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial menjelang pelaksanaan kurban Idul Adha 2026.

Gerakan Kejang Hewan Kurban Ternyata Reaksi Saraf Tubuh

Secara ilmiah, gerakan kejang pada hewan setelah disembelih sebenarnya bukan selalu tanda bahwa hewan mengalami siksaan berat berkepanjangan.

Dokter hewan dan sejumlah pakar menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan reaksi refleks saraf dan otot yang masih aktif beberapa saat setelah aliran darah menuju otak terputus.

Saat leher disembelih sesuai syariat Islam, pembuluh darah utama terpotong sehingga suplai oksigen ke otak berhenti dengan cepat. Dalam kondisi tersebut, tubuh hewan masih dapat bergerak karena sistem saraf belum sepenuhnya berhenti bekerja.

Itulah sebabnya kaki hewan terlihat menendang, tubuh bergetar, atau mengalami kejang beberapa saat setelah disembelih.

 

 

Islam Ajarkan Penyembelihan dengan Cara Paling Baik

Dalam ajaran Islam, penyembelihan hewan tidak boleh dilakukan sembarangan apalagi dengan cara menyiksa.

Nabi Muhammad SAW justru mengajarkan umat Islam untuk memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang dan meminimalkan rasa sakit saat penyembelihan.

Rasulullah SAW bersabda:

«“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Tajamkan pisaumu dan tenangkan hewan sembelihanmu.”
(HR Muslim)»

Karena itu, dalam syariat Islam terdapat aturan ketat saat menyembelih hewan kurban, di antaranya:

– Pisau harus tajam
– Penyembelihan dilakukan cepat
– Hewan tidak boleh dipukul atau disiksa
– Hewan diberi makan dan minum dengan baik
– Tidak memperlihatkan proses penyembelihan kepada hewan lain

 

 

Mengapa Allah SWT Tidak Membuat Hewan Tidak Merasa Sakit?

Pertanyaan ini sering muncul di tengah masyarakat. Sejumlah ulama menjelaskan bahwa seluruh makhluk hidup memang diciptakan memiliki sistem saraf dan naluri mempertahankan hidup.

Sama seperti manusia yang otomatis bereaksi saat terluka, hewan juga memiliki refleks alami ketika tubuhnya mengalami luka.

Namun Islam menekankan agar rasa sakit tersebut diminimalkan sebisa mungkin melalui tata cara penyembelihan yang benar.

Ulama Indonesia Quraish Shihab pernah menjelaskan bahwa inti ibadah kurban bukanlah menyiksa hewan, melainkan bentuk ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT.

Sementara KH. Ali Mustafa Yaqub juga pernah menerangkan bahwa gerakan hewan setelah disembelih lebih banyak dipengaruhi reaksi biologis tubuh dan saraf yang masih bekerja sementara waktu.

 

 

Kurban Bukan Kekerasan, Tapi Bentuk Ketakwaan

Dalam Islam, hewan kurban diperlakukan mulia sebelum disembelih. Bahkan banyak peternak dan panitia kurban merawat hewan dengan baik sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.

Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa yang sampai kepada-Nya bukan darah maupun daging hewan kurban, melainkan ketakwaan umat manusia.

Karena itu, ibadah kurban sejatinya mengajarkan manusia tentang keikhlasan, kepedulian sosial, dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.

 

 

Masyarakat Diimbau Memahami dengan Bijak

Fenomena hewan kurban yang bergerak setelah disembelih diharapkan tidak langsung disalahartikan sebagai bentuk penyiksaan.

Masyarakat juga diimbau memahami bahwa Islam telah mengatur tata cara penyembelihan yang sangat memperhatikan kesejahteraan hewan.

Dengan pemahaman yang benar, pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual tahunan semata, tetapi juga sarana edukasi tentang kemanusiaan, belas kasih, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

***

Queensha Jepara, Jum’at (29/5/2026).