Queensha.id – Edukasi Sosial,
Tikus merupakan salah satu mamalia yang paling mudah beradaptasi dengan lingkungan. Hewan pengerat ini mampu hidup di permukiman, gudang, sawah, hingga saluran pembuangan. Salah satu kebiasaan yang paling merugikan manusia adalah menggigit kabel listrik, kabel kendaraan, hingga kabel elektronik.
Kerusakan akibat gigitan tikus bukan hanya menimbulkan biaya perbaikan yang mahal, tetapi juga dapat menyebabkan korsleting bahkan kebakaran. Para ahli menjelaskan bahwa tikus menggigit kabel bukan karena “menyukai listrik”, melainkan karena kebutuhan biologis dan naluri alaminya.
Kenapa Tikus Sering Menggigit Kabel?
Secara biologis, gigi seri tikus terus tumbuh sepanjang hidupnya. Jika tidak diasah dengan cara mengerat benda keras, gigi tersebut dapat tumbuh berlebihan sehingga mengganggu kemampuan makan dan mengancam kelangsungan hidupnya. Kabel listrik memiliki tekstur yang pas untuk mengikis gigi tersebut. Selain itu, beberapa pelapis kabel modern berbahan nabati juga dapat menarik perhatian tikus.
Kenapa Tikus Tidak Selalu Kesetrum?
Banyak orang mengira tikus kebal terhadap listrik. Anggapan ini tidak benar.
Tikus bisa kesetrum dan bisa mati, tetapi tidak selalu terjadi. Hal ini karena:
- Tikus kadang hanya menggigit lapisan isolasi kabel, belum menyentuh penghantar listrik.
- Tikus dapat berdiri di permukaan yang tidak menghantarkan listrik sehingga arus tidak mengalir melalui tubuhnya.
- Ada kabel yang memang sedang tidak bertegangan.
- Tikus mungkin hanya menyentuh satu penghantar, bukan dua titik yang membentuk rangkaian arus. Prinsip ini mirip dengan burung yang dapat bertengger di satu kabel listrik tanpa langsung tersengat.
10 Kelebihan Tikus Menurut Ilmu Biologi
1. Gigi Terus Tumbuh
Gigi seri tikus tumbuh sepanjang hidup sehingga selalu tajam. Karena itulah mereka terus mengerat berbagai benda keras.
2. Rahang Sangat Kuat
Otot rahang tikus mampu menghasilkan tekanan gigitan yang besar sehingga dapat merusak kayu, plastik, karet, bahkan kabel listrik.
3. Pendengaran Sangat Tajam
Tikus mampu mendengar suara berfrekuensi tinggi sehingga cepat mengetahui adanya ancaman.
4. Penciuman Sangat Sensitif
Indera penciumannya membantu menemukan makanan, mengenali jalur, dan mendeteksi bahaya dalam gelap.
5. Tubuh Lentur
Tikus mampu melewati celah yang sangat sempit, bahkan hanya beberapa sentimeter, sehingga mudah masuk ke dalam rumah atau kendaraan.
6. Daya Ingat yang Baik
Tikus mampu mengingat lokasi makanan, jalur pelarian, dan tempat berlindung sehingga sulit ditangkap.
7. Cepat Berkembang Biak
Seekor induk tikus dapat melahirkan beberapa kali dalam setahun dengan jumlah anak yang banyak, sehingga populasinya cepat meningkat.
8. Adaptasi Lingkungan Sangat Tinggi
Tikus mampu bertahan di berbagai kondisi, mulai dari daerah perkotaan hingga pedesaan.
9. Aktif pada Malam Hari
Kebiasaan nokturnal membuat tikus lebih aman dari predator dan manusia.
10. Tidak Kebal Listrik, tetapi Sering Terhindar dari Sengatan
Keunggulan ini bukan karena tubuh tikus tahan listrik, melainkan karena posisi tubuh, kondisi kabel, dan jalur aliran listrik sering kali tidak memungkinkan arus mengalir melalui tubuhnya. Jika menggigit kabel bertegangan dengan kondisi yang tepat, tikus tetap dapat mati tersengat listrik.
Pandangan Pengamat Biologi
Menurut para ahli biologi dan pakar perilaku hewan, perilaku mengerat pada tikus merupakan insting alami, bukan tindakan yang disengaja untuk merusak instalasi listrik. Tikus menggigit hampir semua benda yang ditemuinya guna menjaga panjang gigi, mengeksplorasi lingkungan, membuka jalur perjalanan, serta mengumpulkan bahan sarang. Karena kabel sering berada di tempat yang dilalui tikus, kerusakan kabel menjadi konsekuensi dari perilaku alami tersebut.
Dampak bagi Masyarakat
Gigitan tikus pada kabel dapat menyebabkan:
- Korsleting listrik.
- Kebakaran rumah atau bangunan.
- Kerusakan instalasi listrik kendaraan.
- Kerusakan alat elektronik.
- Kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus, serta memeriksa instalasi listrik secara berkala menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.
Tikus bukanlah hewan yang kebal terhadap listrik. Mereka tetap dapat tersengat bahkan mati saat menggigit kabel bertegangan. Namun, dalam banyak kasus, tikus tidak kesetrum karena hanya menggigit isolasi kabel, menyentuh satu penghantar saja, atau tubuhnya tidak menjadi jalur aliran listrik. Memahami perilaku biologis tikus membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif sekaligus mengurangi risiko kebakaran akibat kerusakan instalasi listrik.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan