Queensha.id – Madura,

 

Kepanikan, tangisan, dan teriakan minta tolong menyelimuti detik-detik kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura. Di tengah kobaran api yang semakin membesar, seorang ayah mengambil keputusan paling berat dalam hidupnya, melompat ke laut lepas sambil memeluk erat anaknya yang masih balita.

Keputusan itu bukan tanpa risiko. Di bawahnya hanya hamparan laut dengan ombak yang terus bergulung, sementara di belakang kobaran api mengancam keselamatan seluruh penumpang kapal.

Pria yang diketahui berasal dari Sulawesi Selatan itu memilih mempertaruhkan nyawanya demi memastikan sang buah hati tetap berada dalam pelukannya. Ia menggenggam tubuh kecil anaknya sekuat mungkin agar tidak terpisah saat menghantam permukaan laut.

Keduanya akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.

Direktur RS PHC Surabaya, dr. Rony Kurniawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihak rumah sakit, sang ayah memang sengaja melompat dari kapal sambil menggendong balitanya.

“Dari informasi yang kami dapat, sang ayah sengaja melompat dari kapal sambil menggendong erat tubuh anaknya agar tidak terpisah di tengah gelombang,” ujarnya.

 

Terpisah dari Sang Ibu

Tragedi itu juga memisahkan keluarga kecil tersebut. Sang ibu harus dievakuasi menggunakan kapal penyelamat yang berbeda sehingga sempat tidak mengetahui kondisi suami dan anaknya.

Di tengah kecemasan yang menyelimuti, kabar baik akhirnya datang. Pihak rumah sakit memastikan ibu korban selamat dan keluarga tersebut berhasil saling berkomunikasi kembali melalui panggilan video.

“Siang tadi mereka sudah sempat video call. Ibunya selamat, hanya dievakuasi menggunakan kapal yang berbeda,” kata dr. Rony.

 

Balita Sempat Menelan Banyak Air Laut

Meski berhasil selamat, balita berinisial MH mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan. Tubuhnya lemas akibat terlalu banyak menelan air laut saat bertahan di tengah perairan.

Tim medis menyatakan balita tersebut mengalami dehidrasi dan sempat muntah-muntah. Beruntung, setelah mendapatkan penanganan intensif, kondisinya kini mulai stabil.

Peristiwa ini menjadi salah satu kisah paling mengharukan dari insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2. Di tengah kepanikan dan ancaman maut, naluri seorang ayah untuk melindungi anaknya mengalahkan rasa takut terhadap gelombang laut maupun kobaran api.

Tragedi tersebut kembali mengingatkan bahwa dalam situasi paling genting sekalipun, kasih sayang orang tua mampu melahirkan keberanian luar biasa. Bagi sang ayah, mempertaruhkan nyawanya bukanlah pilihan yang sulit ketika keselamatan anak menjadi taruhannya.

Hingga kini, penanganan terhadap para korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih terus dilakukan oleh pihak terkait, sementara penyebab pasti kebakaran kapal masih dalam proses penyelidikan.

 

***

Sumber: Antara.

Penulis: Vico Rahman.