Queensha.id – Jakarta, (Edukasi Sosial) (
JAKARTA – Menempuh pendidikan hingga meraih gelar sarjana bukanlah perjalanan yang mudah bagi sebagian orang. Keterbatasan ekonomi justru menjadi pemicu lahirnya semangat pantang menyerah. Tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang memilih bekerja demi membayar biaya kuliah dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Salah satu kisah yang belakangan menjadi perhatian publik adalah Ryaas Amin, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menjalani kuliah sambil bekerja sebagai pengemudi ojek online pengantar makanan.
Ryaas mengaku memilih bekerja bukan karena dipaksa keadaan semata, tetapi juga sebagai bentuk kemandirian agar tidak terus membebani orang tua. Dari penghasilannya sebagai pengemudi ojek online, ia mampu membayar biaya kuliah sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kuliah sambil kerja sudah umum ya tapi ternyata lumayan berat. Jadi kerasa banget klo kerja itu capek, ” ujarnya, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (5/7/2026).
Perjalanan tersebut tentu tidak mudah. Ia harus pandai membagi waktu antara mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, hingga bekerja di jalan. Meski melelahkan, semangatnya untuk menyelesaikan pendidikan tidak pernah surut.
“Kuncinya sih bagi waktu, karena bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman kerja, ” imbuhnya.
Fenomena mahasiswa bekerja sambil kuliah sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Berbagai kisah inspiratif menunjukkan banyak mahasiswa rela berjualan makanan, membuka usaha kecil, hingga menjadi pekerja lepas demi tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Bagi mereka, pekerjaan bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian yang kelak menjadi bekal saat memasuki dunia kerja.
Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menyerah mengejar pendidikan tinggi. Dengan kerja keras, manajemen waktu yang baik, dan tekad yang kuat, impian meraih gelar sarjana tetap dapat diwujudkan.
Semangat para mahasiswa yang membiayai kuliah sendiri diharapkan mampu menginspirasi generasi muda Indonesia agar tidak mudah putus asa menghadapi berbagai tantangan. Sebab, keberhasilan sering kali lahir dari perjuangan yang panjang, bukan dari kemudahan.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan