Queensha.id – Blora,

 

Sebuah kisah mistis kembali menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Cerita mengenai kemunculan sesosok kepala tengkorak yang disebut-sebut bergentayangan di sekitar area pemakaman Dukuh Sumengko, Desa Klopodhuwur, Kecamatan Banjarejo, menyebar luas dari mulut ke mulut hingga menjadi perhatian masyarakat.

Perlu ditegaskan bahwa kisah ini berdasarkan penuturan warga dan belum dapat diverifikasi secara ilmiah maupun dibuktikan kebenarannya.

Menurut penuturan seorang warga bernama Singo, peristiwa tersebut bermula ketika seorang perempuan yang sedang mengantarkan pesanan roti melintas di kawasan dekat KDMP Klopodhuwur pada malam hari.

Setibanya di lokasi, perempuan tersebut mengaku terkejut karena melihat sebuah benda menyerupai kepala tanpa tubuh yang disebut menghantam bagian perutnya sebelum menggelinding ke arah lain.

“Wanita itu mengaku melihat sebuah kepala yang menghantam perutnya, lalu menggelinding. Setelah bercerita kepada warga, dilakukan pencarian di sekitar lokasi, tetapi benda tersebut sudah tidak ditemukan,” ujar Singo, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (8/8/2026).

Kesaksian Warga Bertambah

Beberapa hari setelah kejadian itu, cerita serupa kembali muncul.

Menurut Singo, sejumlah warga yang melintas di area pemakaman pada malam hari mengaku melihat benda menyerupai kepala tengkorak melayang di sekitar makam.

Tidak hanya itu, pada siang hari warga lainnya juga mengaku melihat tengkorak yang masih terbalut kain kafan berada di atas salah satu nisan sebelum kemudian berpindah ke lokasi lain.

Cerita yang terus berkembang membuat rasa penasaran warga semakin besar.

 

Warga Datangi Lokasi Makam

Karena semakin banyak kesaksian yang beredar, warga kemudian sepakat mendatangi lokasi pemakaman untuk memastikan informasi tersebut.

Menurut penuturan Singo, warga akhirnya menemukan benda yang diyakini sebagai tengkorak tersebut.

Selanjutnya, warga berkonsultasi kepada seorang sesepuh setempat mengenai apa yang mereka temukan.

Berdasarkan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, sesepuh tersebut menyebut benda itu merupakan bagian dari penghuni makam yang diduga muncul akibat kondisi makam yang mengalami kerusakan atau retak.

Atas saran tersebut, warga kemudian mencari makam yang mengalami kerusakan dan melakukan tradisi bancakan, sebuah ritual yang dikenal di sebagian masyarakat Jawa sebagai ungkapan doa dan penghormatan menurut tradisi setempat.

Setelah itu, tengkorak beserta kain kafan yang membalutnya kembali dikuburkan.

 

Cerita Mistis Masih Menjadi Bagian Budaya Lisan

Indonesia dikenal memiliki beragam cerita rakyat dan kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun.

Di berbagai daerah, termasuk di Jawa Tengah, cerita mengenai penampakan, makam keramat, hingga sosok gaib masih sering menjadi bagian dari budaya lisan masyarakat.

Meski demikian, kisah-kisah seperti ini umumnya bersumber dari pengalaman pribadi atau kesaksian warga sehingga tidak dapat dipastikan kebenarannya secara ilmiah.

 

Desa Klopodhuwur Dikenal Kaya Sejarah dan Tradisi

Desa Klopodhuwur, Kecamatan Banjarejo, merupakan salah satu desa yang dikenal luas sebagai kawasan yang memiliki sejarah panjang, termasuk keberadaan komunitas Sedulur Sikep (Samin) yang masih menjaga tradisi budaya hingga kini. Desa tersebut juga beberapa kali menjadi perhatian karena berbagai kegiatan budaya dan pembangunan daerah.

 

Masyarakat Diimbau Tidak Mudah Terprovokasi

Fenomena cerita mistis yang beredar di media sosial maupun dari mulut ke mulut sebaiknya disikapi secara bijaksana.

Hingga saat ini tidak ada keterangan resmi dari aparat berwenang ataupun bukti ilmiah yang dapat mengonfirmasi keberadaan fenomena gaib tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sebagai fakta.

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, cerita mengenai kepala tengkorak gentayangan di Dukuh Sumengko telah menjadi bagian dari cerita yang ramai diperbincangkan warga dan kembali menunjukkan bahwa kisah-kisah mistis masih memiliki tempat dalam budaya dan tradisi lisan masyarakat Indonesia.

 

***

Sumber: BS.

Penulis: Vico Rahman.