Queensha.id – Teknologi & Religi,

 

Musim panas yang melanda berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026 membuat sebagian masyarakat mulai mencari berbagai cara agar hujan segera turun. Tidak sedikit yang mempercayai adanya ritual-ritual tradisional untuk “memanggil hujan”, mulai dari upacara adat hingga praktik-praktik yang tidak memiliki dasar ilmiah maupun ajaran agama.

Lalu, benarkah ritual tersebut mampu mendatangkan hujan? Bagaimana pandangan Islam? Apakah ada doa khusus untuk memohon hujan? Dan bagaimana penjelasan dari BMKG?

 

Benarkah Ritual Memanggil Hujan Bisa Mendatangkan Hujan?

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa ritual tertentu dapat memanggil hujan secara langsung.

Dalam ilmu meteorologi, hujan terbentuk karena proses alam yang melibatkan penguapan air, pembentukan awan, suhu udara, kelembapan, tekanan udara, arah angin, hingga dinamika atmosfer.

Jika hujan turun setelah suatu ritual dilakukan, hal tersebut tidak dapat dijadikan bukti ilmiah bahwa ritual itulah penyebab hujan.

 

Pandangan Islam Tentang Ritual Memanggil Hujan

Dalam Islam, umat diajarkan agar hanya memohon kepada Allah SWT ketika menginginkan turunnya hujan.

Islam tidak mengajarkan ritual-ritual yang mengandung unsur kemusyrikan, pemujaan kepada selain Allah, atau keyakinan bahwa benda maupun makhluk tertentu dapat mendatangkan hujan.

Para ulama menjelaskan bahwa hujan merupakan rahmat Allah yang turun sesuai kehendak-Nya.

 

Islam Memiliki Tata Cara Memohon Hujan

Syariat Islam mengenal Shalat Istisqa, yaitu salat sunnah yang dilakukan ketika terjadi kekeringan berkepanjangan.

Shalat ini biasanya dilaksanakan berjamaah di lapangan terbuka, disertai khutbah, memperbanyak istighfar, bertaubat, memperbaiki hubungan antarsesama, dan memohon kepada Allah agar diturunkan hujan.

Ulama menjelaskan bahwa yang diminta bukan sekadar hujan, melainkan hujan yang membawa rahmat dan manfaat bagi kehidupan.

 

Doa Memohon Turunnya Hujan

Selain Shalat Istisqa, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, di antaranya:

Allahumma aghitsna.

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Doa lain yang sering dibaca adalah:

Allahumma asqina ghaitsan mughitsan, mari’an, mari’an, nafi’an ghaira dharrin, ‘ajilan ghaira ajil.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang membawa pertolongan, menyegarkan, bermanfaat, tidak membahayakan, dan segeralah Engkau turunkan.”

Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa memohon ampun kepada Allah menjadi salah satu sebab turunnya hujan dan keberkahan.

 

Pandangan Ulama

Mayoritas ulama menegaskan bahwa:

  • Memohon hujan melalui doa dan Shalat Istisqa adalah sunnah.
  • Meyakini ritual tertentu pasti bisa mendatangkan hujan tanpa dasar syariat tidak dibenarkan.
  • Seorang muslim hendaknya bertawakal kepada Allah sembari terus berikhtiar menjaga lingkungan dan tidak merusak alam.

Menurut BMKG, Apakah Manusia Bisa Memanggil Hujan?

Menurut penjelasan BMKG, hujan merupakan hasil proses atmosfer yang sangat kompleks, dipengaruhi kondisi cuaca regional maupun global seperti suhu permukaan laut, angin, kelembapan, awan, hingga fenomena El Niño. Tidak ada dasar ilmiah bahwa ritual tertentu dapat memicu hujan.

BMKG juga menjelaskan bahwa pada puncak kemarau 2026, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kondisi kering akibat penguatan El Niño, meskipun hujan lokal masih dapat terjadi di beberapa daerah karena dinamika atmosfer.

 

Kapan Musim Hujan Diperkirakan Datang?

Berdasarkan prediksi musim BMKG, waktu masuk musim hujan berbeda-beda di setiap daerah Indonesia dan tidak terjadi serentak. Setelah puncak musim kemarau yang banyak wilayah alami pada Agustus 2026, sebagian wilayah dengan pola hujan monsun umumnya mulai memasuki musim hujan secara bertahap pada bulan-bulan berikutnya sesuai karakter iklim masing-masing daerah. BMKG mengimbau masyarakat mengikuti prakiraan resmi untuk wilayah tempat tinggalnya.

 

Menjaga Alam Juga Bagian dari Ikhtiar

Selain berdoa, para ahli mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Menanam pohon, melindungi daerah resapan air, tidak membakar hutan maupun lahan, serta menghemat penggunaan air merupakan ikhtiar nyata yang dapat membantu menjaga siklus hidrologi dan mengurangi dampak kekeringan.

Islam mengajarkan bahwa memohon hujan dilakukan melalui doa, istighfar, dan Shalat Istisqa, bukan melalui ritual yang tidak memiliki dasar syariat.

 

Dari sisi ilmiah, BMKG menjelaskan bahwa hujan merupakan hasil proses alam yang dipengaruhi berbagai faktor meteorologi, sehingga ritual memanggil hujan tidak terbukti secara ilmiah dapat mendatangkan hujan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menggabungkan ikhtiar lahir berupa menjaga lingkungan dengan ikhtiar batin melalui doa kepada Allah SWT.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis,: Vico Rahman.