Queensha.id – Pekalongan,
Seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk membuat resah warga di wilayah Bendan Kergon, Kota Pekalongan, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Pria tersebut dilaporkan mengamuk hingga memukul sejumlah pengendara motor menggunakan helm.
Peristiwa itu sempat terekam dalam video berdurasi sekitar satu menit dan viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram PekalonganInfo. Video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali oleh warganet.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku beberapa kali menghentikan pengendara yang melintas lalu memukul mereka menggunakan helm. Aksi itu membuat warga sekitar panik dan khawatir situasi semakin tidak terkendali.
Tak hanya melakukan penyerangan di jalan, pria tersebut juga dilaporkan masuk ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Warga bersama perangkat kelurahan dan Bhabinkamtibmas kemudian berupaya mengamankan pelaku agar kondisi tetap kondusif.
Setelah berhasil diamankan, pria tersebut dibawa ke Polsek Pekalongan Barat untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Pekalongan Barat, Slamet Mustamto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Kami menerima informasi dari warga dan perangkat Medono, kemudian bersama Bhabinkamtibmas langsung mengamankan yang bersangkutan ke Polsek,” ujarnya.
Diduga Konsumsi Tuak Sebelum Mengamuk
Belakangan diketahui pria tersebut diduga mengalami depresi berat. Informasi itu disampaikan keluarga, ketua RT, serta perangkat desa asal pelaku saat menjemputnya di Mapolsek Pekalongan Barat.
Pelaku diketahui berasal dari salah satu desa di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Menurut keterangan keluarga, pelaku sudah dalam kondisi tidak stabil sejak keluar rumah. Bahkan, yang bersangkutan diduga sempat mengonsumsi minuman keras jenis tuak di kawasan Alun-alun Kajen sebelum kejadian berlangsung.
Korban Memilih Memaafkan
Meski sempat terjadi pemukulan terhadap pengendara motor, pihak kepolisian menyebut korban memilih tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum.
Polisi mengaku telah menawarkan kepada korban untuk membuat laporan resmi, namun korban menolak karena memahami kondisi kejiwaan pelaku.
Saat ini pelaku telah dijemput pihak keluarga bersama perangkat desa setempat. Polisi juga telah memberikan pembinaan, sementara keluarga berkomitmen membawa pelaku menjalani pengobatan kejiwaan agar kondisinya membaik.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penanganan kesehatan mental serta pengawasan terhadap konsumsi minuman keras yang dapat memicu tindakan berbahaya di tengah masyarakat.
***
(Queensha Jepara, 11 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan