Queensha.id – Jakarta,

 

Nama Ginka Febriyanti Br Ginting tengah menjadi perhatian publik setelah resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang ritel energi.

Perempuan berusia 27 tahun itu menjadi sorotan setelah profilnya muncul dalam jajaran komisaris di laman resmi Pertamina Retail. Penunjukan tersebut langsung memicu beragam tanggapan di media sosial. Selain usianya yang relatif muda, rekam jejak organisasi yang pernah dipimpinnya ikut kembali menjadi perbincangan publik.

 

Profil Ginka Febriyanti Ginting

Ginka Febriyanti Ginting lahir di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 1 Februari 1998. Ia berasal dari suku Batak Karo dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di daerah asalnya sebelum melanjutkan studi di Jakarta.

Ia meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Esa Unggul pada 2019, kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di universitas yang sama pada 2023.

Selama masa kuliah, Ginka aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Ia juga pernah memimpin Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional Indonesia (AMAN) sebelum dikenal sebagai Koordinator Nasional Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON).

 

Aktif sebagai Relawan Prabowo-Gibran

Nama Ginka semakin dikenal ketika menjadi Koordinator Nasional BISON, organisasi relawan yang memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024.

Selain mendukung Pilpres, BISON juga terlibat dalam berbagai agenda politik daerah, termasuk memberikan dukungan kepada pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah pada Pilkada Banten 2024.

Perannya sebagai koordinator membuat Ginka cukup aktif dalam berbagai kegiatan konsolidasi relawan maupun aktivitas politik.

 

Pernah Disebut dalam Laporan Dugaan Mobilisasi Massa

Nama Ginka sempat menjadi perhatian setelah organisasi yang dipimpinnya disebut dalam laporan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan terkait demonstrasi pada 28 Agustus 2025.

Dalam laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) yang dipublikasikan pada Februari 2026, disebutkan adanya dugaan mobilisasi massa yang disebut sebagai aksi berbayar. Laporan tersebut menyebut BISON diduga mengorganisasi massa yang disiapkan untuk menghadang aksi mahasiswa.

Dalam dokumen yang beredar, disebutkan adanya pengakuan bahwa sekitar 70 orang dimobilisasi menggunakan dana operasional organisasi sebesar kurang lebih Rp9,3 juta untuk kebutuhan logistik dan transportasi peserta aksi.

Namun demikian, hingga kini dugaan tersebut merupakan bagian dari laporan yang beredar di ruang publik. Belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan Ginka bersalah atas dugaan tersebut.

 

Pernah Kawal PSU Pilkada Serang

Selain aktif dalam organisasi relawan nasional, Ginka juga terlibat dalam dinamika politik daerah.

Pada 2025, ia menyatakan kesiapan BISON mengawal pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Serang. Saat itu ia optimistis pasangan Ratu Rachmatuzakiyah dan Najib Hamas tetap memenangkan kontestasi serta mengajak masyarakat menghormati putusan Mahkamah Konstitusi.

 

Penunjukan Sebagai Komisaris Pertamina Retail Jadi Perbincangan

Penunjukan Ginka sebagai Komisaris PT Pertamina Retail kembali mengangkat rekam jejaknya ke ruang publik. Berbagai komentar bermunculan di media sosial, mulai dari yang mendukung hingga mempertanyakan dasar pengangkatannya.

Sejumlah warganet menilai posisi komisaris di perusahaan BUMN seharusnya diisi oleh sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidang energi maupun tata kelola perusahaan. Ada pula yang mengaitkan penunjukan tersebut dengan latar belakang politik Ginka sebagai relawan pada Pilpres 2024.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang meminta publik menunggu penjelasan resmi sebelum menarik kesimpulan.

 

Publik Minta Transparansi

Sejumlah komentar yang ramai beredar di berbagai platform media sosial pada intinya mempertanyakan proses seleksi dan dasar pertimbangan pengangkatan komisaris.

Publik menilai pengisian jabatan strategis di lingkungan BUMN idealnya mengedepankan kompetensi, integritas, profesionalisme, dan transparansi agar kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola perusahaan tetap terjaga.

Hingga artikel ini ditulis, Kementerian BUMN maupun PT Pertamina (Persero) belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan, mekanisme seleksi, maupun pertimbangan kompetensi yang menjadi dasar penunjukan Ginka Febriyanti Br Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail.

Ketiadaan penjelasan tersebut membuat berbagai spekulasi terus berkembang di ruang publik. Pengamat menilai klarifikasi resmi diperlukan agar polemik tidak semakin meluas sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pengangkatan pejabat di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

***

Sumber: QS.

Penulis: Vico Rahman.