Queensha.id – Surabaya,
Sebuah rumah unik di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Bukan karena kemewahan bangunannya, melainkan karena bentuknya yang sangat tidak biasa. Rumah tersebut berdiri di atas lahan berbentuk segitiga dengan bagian ujung hanya sekitar 60 sentimeter, sehingga dijuluki warganet sebagai “rumah setipis tisu.”
Hunian yang berada di sudut percabangan Jalan Bulak Cumpat Srono, Kecamatan Bulak, Surabaya itu langsung menarik perhatian masyarakat. Bentuk bangunannya yang mengerucut membuat banyak orang penasaran dan menjadikannya sebagai lokasi berfoto saat melintas.
Berdiri di Lahan Segitiga yang Tidak Lazim
Rumah tersebut diketahui milik Agus Sanjaya (43). Meski dibangun di atas lahan yang sangat sempit dan tidak beraturan, rumah itu tetap dirancang agar nyaman untuk ditempati.
Pada bagian terlebarnya, bangunan memiliki lebar sekitar 5 meter, sedangkan panjangnya mencapai 8 meter. Sementara di bagian paling ujung, lebar bangunan hanya sekitar 60 sentimeter, sehingga dari kejauhan tampak sangat tipis.
Agus memanfaatkan setiap sudut bangunan secara maksimal agar seluruh ruang tetap berfungsi dengan baik.
Tetap Nyaman Meski Berdiri di Lahan Sempit
Rumah dua lantai tersebut memiliki pembagian ruang yang cukup lengkap.
Di lantai pertama terdapat:
- dapur,
- kamar mandi,
- area parkir sepeda motor.
Sedangkan di lantai kedua tersedia:
- kamar tidur,
- balkon kecil yang bentuknya meruncing menyerupai haluan kapal.
Agar rumah tidak terasa pengap, Agus membuat tinggi plafon setiap lantai sekitar 3 meter, sehingga sirkulasi udara tetap baik dan ruangan terasa lebih lega.
Terinspirasi dari Rumah-rumah di Thailand
Agus mengaku ide membangun rumah unik tersebut muncul setelah dirinya berkunjung ke Thailand.
Saat berada di negara tersebut, ia melihat banyak hunian berdiri di atas lahan sempit dengan desain yang kreatif. Sepulang dari perjalanan, ia mulai mencari berbagai referensi melalui internet dan berdiskusi dengan warga yang memiliki kemampuan di bidang desain bangunan.
Karena bentuk tanah miliknya menyerupai wajik atau segitiga, Agus akhirnya memutuskan membangun rumah dengan desain yang mengikuti kontur lahan.
“Tanah ini berwujud seperti wajik, segitiga. Saya berunding dengan warga yang biasa desain serta browsing internet ternyata ada banyak rumah seperti ini. Setelah jadi rumahnya seperti Titanic atau potongan kue,” ujar Agus.
Dibangun dengan Biaya Sekitar Rp100 Juta
Menurut Agus, tanah tersebut dibelinya seharga sekitar Rp80 juta.
Sementara biaya pembangunan rumah menghabiskan dana sekitar Rp100 juta.
Dengan total investasi tersebut, ia berhasil mengubah sebidang tanah yang semula dianggap sulit dimanfaatkan menjadi hunian yang unik sekaligus bernilai ekonomi.
Kini Menjadi Ikon dan Objek Wisata Dadakan
Keunikan rumah ini membuatnya sering dikunjungi masyarakat maupun kreator konten media sosial.
Banyak pengendara sengaja berhenti untuk mengabadikan momen karena bentuk bangunan yang terlihat seperti ujung kapal atau potongan kue ketika dilihat dari depan.
Bangunan yang dicat berwarna kuning pada bagian bawah dan hijau terang pada lantai atas itu juga diketahui dikontrakkan oleh pemiliknya.
Bukti Kreativitas Mengatasi Keterbatasan Lahan
Fenomena rumah setipis tisu di Surabaya menjadi bukti bahwa keterbatasan luas lahan bukanlah penghalang untuk memiliki hunian yang layak dan nyaman.
Dengan perencanaan yang matang, desain yang kreatif, serta pemanfaatan ruang secara efisien, lahan yang dianggap tidak ideal pun dapat disulap menjadi rumah yang fungsional sekaligus memiliki nilai estetika tinggi.
Tak heran jika rumah unik milik Agus Sanjaya kini menjadi salah satu ikon viral di Surabaya dan menginspirasi banyak orang bahwa kreativitas mampu mengubah keterbatasan menjadi sebuah peluang yang bernilai.
***
Sumber: Berita Surabaya.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan