Queensha.id – Edukasi Sosial,
Dalam kehidupan modern, godaan untuk menjalin hubungan yang tidak semestinya semakin besar. Media sosial, lingkungan kerja, hingga komunikasi tanpa batas sering kali menjadi pintu masuk lahirnya perselingkuhan dan rusaknya rumah tangga.
Beredar sebuah kalimat bijak yang berbunyi:
“Wanita yang baik tak akan mau dekat dengan suami orang. Lelaki yang baik tak akan tergoda dengan wanita lain.”
Kalimat tersebut mengandung pesan moral yang sangat kuat. Meski dalam kenyataan tidak selalu sesederhana itu, Islam memang mengajarkan setiap muslim untuk menjaga kehormatan diri, menahan hawa nafsu, serta menghormati hak orang lain.
Berikut penjelasan secara rinci berdasarkan nilai-nilai Islam.
1. Wanita yang Baik Tidak Sengaja Mendekati Suami Orang
Islam sangat menghormati ikatan pernikahan. Seorang wanita yang memiliki akhlak mulia akan berusaha menjaga jarak dari laki-laki yang telah beristri apabila hubungan tersebut berpotensi menimbulkan fitnah.
Hal ini bukan berarti wanita tidak boleh bekerja, berteman, atau berkomunikasi dengan laki-laki yang sudah menikah. Namun, Islam mengajarkan agar semua dilakukan dalam batas syariat, profesional, dan tidak menimbulkan perasaan khusus.
Wanita yang menjaga kehormatannya akan menghindari sikap genit, rayuan, atau perhatian berlebihan kepada laki-laki yang bukan mahram.
2. Lelaki yang Baik Tidak Mudah Tergoda Wanita Lain
Setelah menikah, seorang suami memiliki amanah besar untuk menjaga kesetiaan kepada istrinya.
Godaan pasti ada, tetapi kualitas seorang laki-laki bukan diukur dari banyaknya godaan yang datang, melainkan kemampuannya menolak godaan tersebut.
Islam memerintahkan laki-laki untuk menundukkan pandangan, menjaga hati, serta menghindari segala sesuatu yang dapat mengarah kepada zina.
3. Mengetahui Batas Antara Benar dan Salah
Orang yang baik selalu memiliki kompas moral.
Ia memahami bahwa tidak semua hal yang menyenangkan boleh dilakukan.
Islam mengajarkan konsep halal dan haram, sehingga seorang muslim tidak hanya bertanya apakah ia mampu melakukan sesuatu, tetapi juga apakah Allah meridhainya.
Kesadaran inilah yang menjadi benteng utama dalam kehidupan.
4. Menjaga Pandangan Adalah Awal Menjaga Hati
Banyak hubungan terlarang berawal dari pandangan, kemudian obrolan ringan, perhatian kecil, hingga akhirnya tumbuh perasaan.
Karena itu Islam memerintahkan laki-laki maupun perempuan untuk menjaga pandangan.
Pandangan yang dijaga akan melindungi hati dari syahwat yang tidak semestinya.
5. Mengutamakan Akal daripada Hawa Nafsu
Manusia diberi akal sebagai pembeda dari makhluk lainnya.
Orang yang cerdas tidak membiarkan hawa nafsu menguasai dirinya.
Ia berpikir mengenai akibat dari setiap tindakan, baik terhadap keluarga, anak-anak, pasangan, maupun kehidupan akhirat.
Dalam Islam, hawa nafsu harus dikendalikan, bukan dijadikan pemimpin dalam mengambil keputusan.
6. Kehormatan Adalah Harga Diri Seorang Muslim
Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan laki-laki maupun perempuan.
Menjaga kehormatan berarti menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, pasangan, dan orang tua.
Sekali kehormatan rusak akibat perselingkuhan atau hubungan yang dilarang, dampaknya bisa berlangsung sangat lama.
Karena itu Islam memerintahkan umatnya untuk menjauhi segala jalan menuju perbuatan zina.
7. Perselingkuhan Tidak Terjadi Seketika
Sebagian besar perselingkuhan tidak dimulai dari hubungan fisik.
Biasanya diawali dengan:
- Komunikasi yang terlalu intens.
- Curhat kepada lawan jenis.
- Saling memberi perhatian.
- Menyimpan rahasia dari pasangan.
- Bertemu tanpa alasan yang jelas.
- Timbul rasa nyaman yang berlebihan.
Islam menutup semua pintu yang mengarah pada kemaksiatan sebelum dosa besar benar-benar terjadi.
8. Kesetiaan Adalah Bentuk Ibadah
Dalam Islam, setia kepada pasangan bukan sekadar tuntutan sosial, tetapi juga ibadah.
Suami yang menjaga istrinya dan istri yang menjaga suaminya sedang menjalankan amanah dari Allah.
Kesetiaan akan menghadirkan ketenangan, kepercayaan, serta keberkahan dalam rumah tangga.
9. Orang yang Mulia Selalu Menjaga Hatinya
Hati adalah sumber dari seluruh perbuatan.
Jika hati dipenuhi keimanan, maka perilaku akan ikut baik.
Sebaliknya, jika hati dipenuhi iri, syahwat, dan keinginan yang tidak terkendali, maka seseorang akan mudah melakukan pelanggaran.
Karena itu Islam sangat menekankan pentingnya membersihkan hati melalui ibadah, zikir, doa, serta menjauhi lingkungan yang buruk.
10. Menjaga Rumah Tangga Orang Lain Adalah Akhlak Mulia
Islam mengajarkan agar setiap muslim menghormati rumah tangga orang lain.
Tidak mengganggu hubungan suami istri, tidak menjadi penyebab perceraian, dan tidak merusak kepercayaan pasangan merupakan bentuk akhlak yang luhur.
Membantu menjaga keharmonisan keluarga sesama muslim adalah bagian dari kepedulian sosial yang sangat dianjurkan.
Pandangan Islam
Islam memandang pernikahan sebagai ikatan suci yang harus dijaga oleh kedua belah pihak. Karena itu, laki-laki maupun perempuan diperintahkan untuk menjaga pandangan, kehormatan, lisan, serta pergaulan agar tidak terjerumus pada perbuatan yang mendekati zina.
Namun demikian, penting dipahami bahwa kalimat “wanita baik tidak akan dekat dengan suami orang” atau “lelaki baik tidak akan tergoda wanita lain” adalah nasihat moral, bukan ukuran mutlak untuk menghakimi seseorang. Dalam kenyataan, setiap orang bisa diuji dengan godaan. Yang membedakan adalah bagaimana ia bertakwa, bertaubat jika salah, dan berusaha kembali kepada jalan yang benar.
Islam juga melarang menyalahkan hanya satu pihak dalam kasus perselingkuhan. Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri, menghormati rumah tangga orang lain, dan menaati batasan-batasan syariat.
Menjadi pribadi yang baik bukan hanya soal penampilan atau ucapan, tetapi tentang kemampuan menjaga diri ketika tidak ada yang melihat. Wanita yang menjaga kehormatan tidak akan sengaja merusak rumah tangga orang lain. Lelaki yang bertakwa akan menjaga kesetiaan kepada istrinya meski banyak godaan.
Pada akhirnya, akhlak yang mulia lahir dari iman yang kuat, akal yang sehat, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Itulah yang diajarkan Islam agar tercipta keluarga yang sakinah, masyarakat yang bermartabat, dan kehidupan yang penuh keberkahan.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan