Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Minuman keras tradisional ciu masih banyak ditemukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sebagian masyarakat mengenalnya sebagai bagian dari tradisi atau budaya lokal. Namun, di balik citra tersebut, para tenaga kesehatan mengingatkan bahwa ciu merupakan minuman beralkohol dengan kadar yang sangat tinggi sehingga dapat membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi, terlebih secara berlebihan.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa dampak konsumsi ciu bukan hanya menyebabkan mabuk sesaat. Sebaliknya, konsumsi alkohol berkadar tinggi secara terus-menerus dapat merusak berbagai organ vital tubuh, meningkatkan risiko kecanduan, hingga menyebabkan kematian.

Apa Itu Minuman Keras Ciu?

Ciu merupakan minuman keras tradisional yang berasal dari beberapa wilayah di Jawa Tengah, terutama Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo.

Secara umum terdapat dua jenis ciu yang dikenal masyarakat, yaitu:

  • Ciu Banyumas, yang dibuat melalui fermentasi tape singkong atau beras.
  • Ciu Bekonang, yang dibuat dari fermentasi tetes tebu.

Minuman ini memiliki warna bening, aroma alkohol yang sangat tajam, rasa pahit, serta sensasi panas ketika diminum.

Berbeda dengan minuman beralkohol yang diproduksi secara modern melalui beberapa tahap penyulingan, ciu umumnya hanya melalui satu kali proses penyulingan sehingga kadar alkoholnya tetap sangat tinggi.

Kadar Alkohol Ciu Sangat Tinggi

Menurut berbagai penelitian, kadar alkohol pada ciu jauh melampaui kadar alkohol pada bir biasa.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Ciu Banyumas memiliki kadar alkohol sekitar 50–90 persen Alcohol by Volume (ABV).
  • Ciu Bekonang berkisar 35–45 persen ABV.

Sebagai perbandingan, bir kemasan yang beredar secara legal umumnya hanya memiliki kadar alkohol sekitar 4,5–8 persen ABV.

Artinya, kandungan alkohol dalam ciu bisa berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan bir biasa sehingga efeknya terhadap tubuh jauh lebih berbahaya apabila dikonsumsi tanpa kendali.

Apakah Ciu Memiliki Manfaat?

Sebagian orang beranggapan bahwa alkohol dapat memberikan efek rileks atau meningkatkan suasana hati dalam waktu singkat. Selain itu, di beberapa daerah, ciu juga dianggap sebagai bagian dari tradisi budaya.

Namun demikian, manfaat tersebut tidak sebanding dengan berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul apabila seseorang mengonsumsi alkohol secara berlebihan maupun dalam jangka panjang.

Karena itu, para ahli kesehatan lebih menekankan pentingnya membatasi konsumsi alkohol, bahkan menghindarinya sama sekali demi menjaga kesehatan tubuh.

Bahaya Minuman Keras Ciu bagi Kesehatan

Berikut sejumlah dampak serius yang dapat ditimbulkan akibat konsumsi ciu.

1. Merusak Otak

Konsumsi alkohol secara terus-menerus dapat menyebabkan penyusutan jaringan otak (atrofi otak).

Akibatnya, seseorang dapat mengalami:

  • penurunan daya ingat,
  • sulit berpikir logis,
  • gangguan konsentrasi,
  • kesulitan berbicara,
  • hingga penurunan fungsi kognitif permanen.

Dalam kondisi tertentu, kerusakan otak akibat alkohol tidak dapat dipulihkan.

2. Menyebabkan Penyakit Hati

Organ hati merupakan bagian tubuh yang bekerja keras memproses alkohol.

Apabila alkohol terus masuk dalam jumlah besar, maka dapat terjadi:

  • penumpukan lemak pada hati,
  • peradangan hati,
  • hepatitis alkoholik,
  • sirosis hati,
  • gagal hati,
  • kanker hati,
  • hingga kematian.

Semakin lama seseorang mengonsumsi alkohol, semakin besar pula risiko kerusakan hati permanen.

3. Mengganggu Paru-Paru

Saat mabuk berat, refleks muntah menjadi terganggu.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko:

  • tersedak muntahan,
  • muntahan masuk ke paru-paru,
  • pneumonia aspirasi,
  • gangguan pernapasan,
  • bahkan kolaps paru yang dapat mengancam nyawa.

4. Menyebabkan Keracunan Alkohol

Keracunan alkohol merupakan kondisi darurat medis.

Ketika hati tidak mampu lagi memproses alkohol yang masuk ke dalam tubuh, kadar alkohol di dalam darah akan meningkat drastis.

Gejala keracunan alkohol meliputi:

  • muntah terus-menerus,
  • kehilangan kesadaran,
  • napas melambat,
  • suhu tubuh menurun,
  • kejang,
  • koma,
  • hingga kematian.

Bahaya Ciu Oplosan Jauh Lebih Mematikan

Risiko terbesar justru muncul ketika ciu dicampur dengan berbagai bahan berbahaya.

Di berbagai kasus, ciu oplosan ditemukan dicampur dengan:

  • alkohol industri,
  • alkohol gosok,
  • obat-obatan,
  • minuman berenergi,
  • soda,
  • bahkan bahan kimia lainnya.

Campuran tersebut dapat menghasilkan racun yang sangat berbahaya bagi tubuh sehingga meningkatkan risiko gagal organ, keracunan akut, kebutaan, hingga kematian hanya dalam waktu singkat.

Dampak Sosial Minuman Keras

Selain merusak kesehatan, konsumsi alkohol juga sering dikaitkan dengan berbagai persoalan sosial.

Di antaranya:

  • meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas,
  • tindak kekerasan,
  • perkelahian,
  • kriminalitas,
  • kekerasan dalam rumah tangga,
  • penurunan produktivitas kerja,
  • hingga rusaknya hubungan keluarga.

Karena itu, penyalahgunaan alkohol tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi tantangan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.

Pendapat Pakar Kesehatan

Dokter Nurul Fajriah Afiatunnisa, yang meninjau artikel edukasi kesehatan mengenai ciu, menjelaskan bahwa minuman tersebut memiliki kandungan alkohol yang sangat tinggi sehingga apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan otak, penyakit hati, kerusakan paru-paru, serta keracunan alkohol yang berpotensi menyebabkan kematian.

Pesan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar alkohol dalam suatu minuman, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan.

Edukasi Kesehatan

Queensha.id mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin waspada terhadap peredaran dan konsumsi minuman keras, termasuk ciu.

Menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan melalui pola makan bergizi dan olahraga, tetapi juga dengan menghindari kebiasaan yang dapat merusak organ tubuh. Apabila seseorang mulai mengalami ketergantungan terhadap alkohol, segera mencari bantuan tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan rehabilitasi merupakan langkah yang jauh lebih bijaksana daripada terus mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan.

Ciu merupakan minuman keras tradisional dengan kadar alkohol yang sangat tinggi, berkisar antara 35 hingga 90 persen ABV. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otak, penyakit hati, gangguan paru-paru, keracunan alkohol, bahkan kematian. Risiko tersebut menjadi jauh lebih besar apabila ciu dicampur dengan bahan-bahan berbahaya atau dijadikan minuman oplosan.

Meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya alkohol menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah dampak kesehatan maupun sosial yang lebih luas.

 

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, mengatakan bahwa peredaran dan konsumsi minuman keras ciu bukan hanya menjadi persoalan kesehatan, melainkan juga persoalan sosial yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

 

Menurutnya, tingginya kadar alkohol dalam ciu berpotensi memicu berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan kesehatan, meningkatnya angka kecelakaan, tindak kriminal, hingga rusaknya masa depan generasi muda apabila penyalahgunaannya tidak dicegah sejak dini.

“Pencegahan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Edukasi kepada masyarakat, terutama kalangan remaja dan anak muda, harus diperkuat. Keluarga, sekolah, tokoh agama, pemerintah, media, dan organisasi masyarakat harus bersinergi membangun lingkungan yang sehat agar generasi muda memiliki aktivitas yang lebih produktif daripada terjerumus dalam penyalahgunaan minuman keras,” ujar Purnomo, Minggu (1/11/2026).

Ia menambahkan bahwa budaya lokal seharusnya dijaga sebagai warisan yang bernilai positif, bukan dijadikan pembenaran untuk mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

 

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga, sehingga menghindari minuman keras merupakan salah satu langkah nyata untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan bangsa.

 

Sumber:

  • HelloSehat, artikel “Bir Ciu, Bir Tradisional yang Berbahaya bagi Kesehatan”, ditulis oleh Satria Aji Purwoko dan ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa (20 Agustus 2024).
  • Journal of International Multidisciplinary Research (2024).
  • Penelitian Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.