Queensha.id – Sejarah Nusantara,
Nama Prabu Angling Dharma hingga kini masih menjadi salah satu legenda besar dalam cerita rakyat Jawa. Sosok raja dari Kerajaan Malawapati (Malowopati) ini dikenal sebagai pemimpin yang sakti mandraguna, bijaksana, serta memiliki kemampuan luar biasa, termasuk kisah mampu memahami bahasa binatang.
Namun, di balik terkenalnya kisah tersebut, muncul pertanyaan besar yang masih menjadi perdebatan hingga sekarang:
Di manakah sebenarnya makam Prabu Angling Dharma berada?
Apakah benar makamnya berada di Desa Mlawat, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, atau hanya sebuah petilasan yang berada di Bojonegoro, Jawa Timur?
Prabu Angling Dharma dan Kerajaan Malawapati
Dalam cerita rakyat Jawa, Prabu Angling Dharma disebut sebagai raja besar yang memimpin Kerajaan Malawapati. Ia digambarkan sebagai keturunan tokoh pewayangan Arjuna dan dikenal memiliki kesaktian tinggi.
Dalam kisahnya, Angling Dharma memiliki seorang patih bernama Patih Batik Madrim, tokoh yang juga dipercaya memiliki kesaktian luar biasa. Batik Madrim disebut sebagai kakak dari Dewi Gita, salah satu perempuan yang dikisahkan memiliki hubungan dengan sang raja.
Kisah Angling Dharma berkembang melalui sastra lisan dan cerita turun-temurun. Karena kuatnya pengaruh cerita tersebut, beberapa daerah kemudian mengklaim memiliki hubungan sejarah dengan sang raja.
Klaim Makam Prabu Angling Dharma di Pati
Salah satu lokasi yang paling sering disebut sebagai makam Prabu Angling Dharma berada di wilayah:
Desa Mlawat, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Masyarakat setempat meyakini lokasi tersebut sebagai makam sang raja. Nama Mlawat juga dianggap memiliki kemiripan dengan nama kerajaan dalam legenda, yaitu Malawapati atau Malowopati.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, sekitar dua kilometer, terdapat tempat yang dipercaya sebagai makam Patih Batik Madrim, pendamping setia Prabu Angling Dharma. Lokasinya berada di Desa Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo.
Namun, kondisi makam yang disebut-sebut sebagai makam Prabu Angling Dharma ini pernah menjadi sorotan karena dianggap kurang mendapat perhatian. Sejumlah masyarakat mempertanyakan perawatan situs bersejarah tersebut, mengingat besarnya nama Angling Dharma dalam budaya Jawa.
Bojonegoro Memiliki Petilasan, Bukan Makam?
Selain Pati, Kabupaten Bojonegoro juga memiliki situs yang sangat erat dengan legenda Angling Dharma.
Lokasi tersebut berada di:
Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Di tempat ini terdapat Petilasan Prabu Angling Dharma yang oleh masyarakat dipercaya sebagai bekas wilayah Kerajaan Malawapati. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga memasukkan Petilasan Angling Dharma sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah.
Menurut cerita masyarakat sekitar, lokasi tersebut bukan makam, melainkan bekas tempat tinggal atau peninggalan perjalanan Prabu Angling Dharma.
Petilasan itu berupa kawasan yang diyakini menyimpan jejak masa lalu, seperti bekas bangunan, gapura, serta lokasi yang dalam legenda dikaitkan dengan kisah pertemuan Angling Dharma dan Dewi Setyowati.
Jadi, Mana Makam Asli Prabu Angling Dharma?
Sampai saat ini belum ada bukti arkeologi yang secara mutlak memastikan keberadaan makam Prabu Angling Dharma.
Para peneliti sejarah juga melihat bahwa kisah Angling Dharma lebih banyak berkembang sebagai legenda dan sastra Jawa, sehingga klaim lokasi makam masih menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat.
Beberapa daerah memiliki versi masing-masing:
1. Versi Pati
- Diyakini sebagai makam Prabu Angling Dharma.
- Berada di wilayah Sukolilo.
- Dekat dengan makam yang dipercaya sebagai makam Patih Batik Madrim.
2. Versi Bojonegoro
- Memiliki petilasan, bukan makam.
- Berada di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu.
- Dikaitkan dengan pusat Kerajaan Malawapati dalam cerita masyarakat.
Jejak Angling Dharma yang Tetap Hidup
Terlepas dari perdebatan sejarah, nama Angling Dharma tetap menjadi bagian penting dari budaya Jawa.
Di Bojonegoro, nama Angling Dharma bahkan menjadi identitas daerah. Julukan seperti “Bumi Angling Dharma” pernah digunakan sebagai simbol kebanggaan masyarakat setempat.
Legenda tentang raja sakti ini juga terus hidup melalui cerita rakyat, pertunjukan budaya, hingga tayangan televisi yang membuat namanya semakin dikenal masyarakat luas.
Makam Prabu Angling Dharma yang banyak dipercaya masyarakat berada di Desa Mlawat, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sedangkan Bojonegoro memiliki Petilasan Angling Dharma di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, yang dipercaya sebagai bekas tempat kerajaan atau perjalanan sang raja.
Namun, karena belum ada bukti sejarah dan arkeologi yang benar-benar memastikan, keberadaan makam Prabu Angling Dharma masih menjadi bagian dari misteri sejarah dan legenda Jawa.
Wallahu a’lam bishawab.
***
Sumber: BS.

Tinggalkan Balasan