Queensha.id – Jepara,

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta komunitas pelestari lingkungan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bertema Kesiapan Menghadapi Musim Penghujan yang berlangsung di Pendopo Kartini Jepara, Kamis (8/10/2026).

Rapat dipimpin Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo. Hadir dalam kesempatan tersebut Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar, Asisten I Sekda Jepara Ali Hidayat, serta unsur Forkopimda.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar menegaskan bahwa kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tidak cukup hanya sebatas perencanaan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada awal Januari hingga akhir Februari. Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.

Hajar mengingatkan pengalaman bencana yang terjadi di Desa Tempur pada 2025 sebagai pelajaran penting bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam penanganan bencana.

“Kami mohon, yang menjadi titik-titik bencana ini dapat diidentifikasi oleh Pak Camat dan jajaran Forkopimcam, dan disampaikan kesiapannya seperti apa,” ujar Hajar.

Selain melakukan identifikasi wilayah rawan bencana, Hajar juga meminta seluruh instansi terkait memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial hingga tingkat desa.

BPBD Kabupaten Jepara juga diminta segera menyampaikan informasi potensi kebencanaan kepada pemerintah kecamatan dan desa sebagai bahan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.

Anggaran BTT Naik Jadi Rp12,5 Miliar

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan bencana, Pemkab Jepara telah meningkatkan alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) dari semula Rp5 miliar menjadi Rp12,5 miliar.

“Alhamdulillah BTT sudah kita naikkan dari Rp5 miliar menjadi Rp12,5 miliar. Semoga ini tidak jadi kita pakai, artinya tidak ada bencana yang terjadi di Kabupaten Jepara,” kata Hajar.

Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem

Pemkab Jepara bersama Forkopimda telah melaksanakan berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana saat musim penghujan, di antaranya:

  • Normalisasi dan perbaikan sungai.
  • Perbaikan pintu air.
  • Pemasangan trash boom.
  • Penguatan tebing Kali Pasokan.
  • Pelaksanaan klinik pemeliharaan irigasi.
  • Perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Dalam rapat tersebut juga muncul masukan terkait adanya sungai atau aliran air yang hilang. Menanggapi hal itu, Wakil Bupati meminta instansi terkait segera melakukan identifikasi dan tindak lanjut agar fungsi aliran air tetap berjalan optimal serta mencegah potensi banjir maupun bencana lainnya di masa mendatang.

Melalui koordinasi yang lebih kuat, peningkatan anggaran, serta langkah mitigasi yang terencana, Pemkab Jepara berharap risiko bencana selama musim penghujan dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.

 

***

Sumber: Diskominfo Jepara/YFR.