Queensha.id – Jepara,
Dua rumah ibadah yang berdiri saling berhadapan dan hanya dipisahkan jalan raya selebar sekitar tiga meter menjadi simbol nyata kerukunan antar umat beragama di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Keberadaan Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Tempur dan Masjid Nurul Hikmah Tempur mencerminkan kehidupan masyarakat yang mengedepankan toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
Potret keharmonisan tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar atau Gus Hajar saat mengikuti program Jumat Berangkat di Desa Tempur, Jumat (9/10/2026). Mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Gus Hajar mengunjungi kedua rumah ibadah tersebut untuk melihat langsung kehidupan masyarakat yang menjaga persatuan di tengah perbedaan keyakinan.
Dalam kunjungannya, Gus Hajar mengajak seluruh masyarakat agar terus merawat kerukunan sebagai modal penting dalam membangun daerah.
“Melalui program Jumat Berangkat, kami hadir tidak hanya di masjid, tetapi juga untuk semua pemeluk agama. Tujuannya untuk mempererat kerukunan antarumat beragama di Jepara,” ujar Gus Hajar.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen hadir bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. Menurutnya, komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Jumat Berangkat menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat. Bersama masyarakat dan semua pemeluk agama, kita membangun Kabupaten Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS),” katanya.
Bantuan Sosial hingga Dukungan UMKM
Selain mempererat silaturahmi dan menyampaikan pesan toleransi, kegiatan Jumat Berangkat juga diisi dengan penyaluran bantuan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jepara.
Bantuan yang diberikan meliputi bibit tanaman, perlengkapan salat, zakat produktif, bantuan uang tunai, kursi roda, hingga bantuan untuk marbot masjid.
Rangkaian kegiatan juga mencakup silaturahmi di Masjid Nurul Hikmah Tempur, kunjungan ke kelompok tani, peninjauan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kunjungan ke Base Camp (BC) Puncak 29 Desa Tempur.
Keterlibatan pelaku UMKM dalam agenda tersebut diharapkan mampu memperluas promosi produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Tempur.
Toleransi Harus Dibuktikan Lewat Sikap
Salah seorang warga asli Desa Tempur, Nur Sahid, menilai keberadaan GITJ Tempur dan Masjid Nurul Hikmah Tempur yang hanya dipisahkan jalan sekitar tiga meter menjadi pesan kuat tentang pentingnya hidup berdampingan.
Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang dalam menjalin hubungan sosial di tengah masyarakat.
Kedekatan kedua rumah ibadah tersebut menjadi bukti bahwa toleransi tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan memperkuat persatuan. Nilai-nilai itulah yang hingga kini terus dirawat masyarakat Desa Tempur sebagai bagian dari identitas kerukunan di Kabupaten Jepara.
***
Sumber: Queensha Jepara/Diskominfo Jepara/MB.

Tinggalkan Balasan